kabar

Putera mahkota Saudi diyakini terlibat pembunuhan pengawal pribadi Raja Salman

Kabar tewasnya Al-Fagham muncul bersamaan dengan klaim milisi Al-Hutiyun: mereka berhasil menangkap ribuan tentara Saudi dalam serbuan ke Najran

29 September 2019 14:45

Keanehan meruap dalam peristiwa pembunuhan terhadap Mayor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal pribadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz, kemarin.

Menurut sumber Albalad.co dalam lingkungan istana, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman terlibat dalam pembunuhan Al-Fagham. "Bin Salman meragukan loyalitas Al-Fagham. Dia beberapa pernah menyatakan ingin melenyapkan Al-Fagham," katanya malam ini.

Dia memastikan Al-Fagham dibunuh dalam istana Raja Salman di Jeddah, bukan ditembak mati saat bertengkar dengan teman lamanya, Mamduh al-Ali, di kediaman temannya, Faisal as-Sabti, di Jeddah, seperti kisah versi pemerintah.

Al-Fagham menjadi pengawal pribadi Raja Salman setelah Raja Abdullah wafat di awal 2015. Dia sudah mengawal Raja Abdullah sejak 2002.

Bahkan muncul informasi lantaran Bin Salman meragukan kesetiaan Al-Fagham, korban dipecat beberapa hari sebelumnya.

Kabar tewasnya Al-Fagham muncul bersamaan dengan klaim milisi Al-Hutiyun: mereka berhasil menangkap ribuan tentara Saudi dalam serbuan ke Najran, seperti dilansir Al-Jazeera.

 

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.

Pangeran Abdul Aziz bin Fahad asal Arab Saudi bareng para pengawal pribadinya saat keluar dari klub malam elite Avenue di Manhattan, Kota New York, Amerika Serikat, 25 April 2016. (Splash News)

Bin Salman miskinkan putra dari mendiang Raja Fahad

Pengeluaran bulanan bagi Pangeran Abdul Aziz bin Fahad dipotong menjadi Rp 5,6 miliar dari sebelumnya Rp 223 miliar.

Wartawan Jamal Khashoggi. (Twitter/mercan_resifi)

Penangkapan terhadap oposisi politik di Saudi sudah seperti wabah penyakit

Sejak Bin Salman menjadi putera mahkota pada Juni 2017, Saudi getol menangkapi para pengkritik penguasa negeri Dua Kota Suci itu. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Mantan putera mahkota Saudi kesakitan dan jadi kurus dalam penjara

Pihak keluarga dan dokter pribadi juga dilarang membesuk Bin Nayif.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Saudi masih penjarakan imam dan khatib Masjid Al-Haram

Saudi juga masih memenjarakan orang-orang mengkritik keputusan Bin Salman untuk memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, meski relasi resmi itu sudah terjalin lagi pekan lalu.

16 Januari 2021

TERSOHOR