kabar

Jumlah korban meninggal dalam demonstrasi di Irak bertambah menjadi 104 orang

Hingga kini pemerintah Irak masih memblokir Twitter, Facebook, dan Instagram.

06 Oktober 2019 23:40

Demonstrasi besar-besaran masih terus berlanjut di Irak. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak Mayor Jenderal Saad Maan hari ini bilang setidaknya 104 orang meninggal, termasuk delapan aparat keamanan tewas, dan lebih dari enam ribu orang lainnya luka.

Dia menambahkan sebanyak 51 bangunan fasilitas umum dan delapan markas partai politik dirusak pengunjuk rasa.

Unjuk rasa massal sudah berlangsung di negara 1001 Malam itu sejak Selasa lalu, kebanyakan dilakukan anak-anak muda. mereka memprotes wabah korupsi, tingginya angka pengangguran, dan buruknya layanan umum.

Buat meredam kemarahan demonstran, Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mengumumkan sejumlah kebijakan, yakni mengizinkan penduduk berpenghasilan rendah mengajukan tanah untuk membangun rumah, program kredit rumah tanpa bunga, tunjangan bagi sekitar 150 ribu orang tidak bisa bekerja, dan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi kaum muda.

Dalam rapat kabinet darurat itu, Abdul Mahdi juga menegaskan akan membawa para pelaku korupsi ke proses hukum.

Hingga kini pemerintah Irak masih memblokir Twitter, Facebook, dan Instagram.

Banyak rakyat Irak memiliki akses terbatas ke layanan-layanan kebutuhan dasar, seperti listrik dan air bersih. Tingkat pengangguran mencapai sepuluh persen.

Patung mendiang komandan Brigade Quds Mayor Jenderal Qasim Sulaimani, dibangun di Desa Marun ar-Ras, selatan Libanon, berjarak sekitar satu kilometer dari perbatasan Israel. (Twitter)

Hizbullah bangun patung mendiang jenderal Iran di perbatasan Israel

Patung Sulaimani itu dibangun di Desa Marun ar-Ras, berjarak sekitar satu kilometer dari perbatasan Israel.

Demonstran di Kota Najaf, Irak, membakar Konsulat Iran pada 27 November 2019. (Supplied)

Demonstran sudah tiga kali bakar Konsulat Iran di Najaf

Demonstran pertama kali membakar Konsulat Iran Rabu pekan lalu.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Parlemen Irak setujui pengunduran diri Abdul Mahdi

Abdul Mahdi dipilih sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu lantaran Haidar al-Abadi tidak ingin menjabat lagi.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Perdana menteri Irak ajukan surat pengunduran diri ke parlemen

Parlemen hari ini akan putuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri Abdul Mahdi.





comments powered by Disqus