kabar

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

10 Oktober 2019 20:20

Arab Saudi kemarin mengumumkan perempuan bisa mmenjadi tentara. Langkah ini perkembangan terakhir dari serangkaian peningkatan hak-hak kaum hawa di negara Kabah itu.

"(Kebijakan) itu langkah lain untuk memberdayakan (perempuan)," kata Kementerian Luar Negeri Saudi melalui Twitter. Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Sejak Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan Visi 2030, kaum hawa Saudi terus mendapat kebebasan. Mereka boleh bepergian ke luar negeri tanpa muhrim, mengurus paspor sendiri, menonton di stadion, menyetir mobil, dan mengendarai sepedai motor.

Tapi ironisnya, Saudi malah menejarakan aktivis perempuan mengkampanyekan agar perempuan Saudi diizinkan menyetir mobil.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Terdapat 150.881 perawan tua di Arab Saudi

Mahalnya standar mahar di negara-negara Arab menjadi salah satu ganjalan bagi lelaki buat menikah.





comments powered by Disqus