kabar

Amerika akan kirim tiga ribu tentara lagi buat jaga Arab Saudi

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang.

12 Oktober 2019 13:15

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper kemarin menyetujui pengiriman tiga ribu tentaranya lagi buat menjaga Arab Saudi.

Melalui keterangan tertulis, juru bicara Pentagon (Departemen Pertahanan Amerika) Jonathan Hoffman mengatakan Esper juga merestui pengiriman dua baterai peluru kendali Patriot, dua skuadron jet tempur, satu Air Expeditionary Wing (AEW), dan satu Terminal High Altitude Area Defense system (THAAD).

"Menteri Esper telah memberitahu Putera Mahkota sekaligus Menteri Pertahanan Pangeran Muhammad bin Salman pagi ini mengenai pengiriman tambahan pasukan untuk memastikan dan meningkatkan pertahanan Arab saudi," kata Hoffman.

Keputusan untuk menambahkan pasukan Amerika di Saudi ini terjadi sebulan setelah dua fasilitas milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang. Akibatnya, setengah dari produksi minyak Saudi terhenti.

Bulan lalu, Amerika mengumumkan pengiriman 200 serdadu dan beberapa baterai Patriot ke negara Kabah itu.

Bin Salman sudah mengisyaratkan menyerah kepada Iran. Intervensi militer Saudi di Yaman malah membikin negeri Dua Kota Suci itu terpojok. Milisi Al-Hutiyun kerap menembakkan peluru kendali ke tiga kota Saudi di daerah perbatasan: Abha, Najran, dan Jizan. Bahkan Agustus lalu, Al-Hutiyun mengklaim menangkap dan membunuh ratusan tentara Saudi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Pertemuan segitiga digelar di Abu Dhabi hari ini buat bahas normalisasi hubungan Sudan-Israel

Sudan meminta tiga syarat: bantuan dana segera senilai lebih dari US$ 3 miliar, komitmen Amerika dan UEA untuk mendukung ekonomi Sudan selama tiga tahun, dan menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu pernah bertemu Bin Zayid di Abu Dhabi

Netanyahu ditemani bos Mossad pada 2018 terbang diam-diam ke Abu Dhabi.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Ikatan rahasia Bahrain-Israel

Raja Bahrain sudah dua kali bertemu perdana menteri Israel.

Gambar wajah Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani di Ibu Kota Doha, Qatar. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Qatar dalam pembicaraan buat normalisasi hubungan dengan Israel

Amerika ingin semua negara Arab Teluk membina ikatan resmi dengan Israel.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pertemuan segitiga digelar di Abu Dhabi hari ini buat bahas normalisasi hubungan Sudan-Israel

Sudan meminta tiga syarat: bantuan dana segera senilai lebih dari US$ 3 miliar, komitmen Amerika dan UEA untuk mendukung ekonomi Sudan selama tiga tahun, dan menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.

21 September 2020

TERSOHOR