kabar

Saudi tahan kerabat ulama tersohor karena berkomentar dukung Palestina

Saudi memang telah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 

17 Oktober 2019 11:43

Arab Saudi telah menangkap aktivis bernama Abdul Aziz al-Audah lantaran menyatakan dukungannya terhadap Palestina melalui Twitter.

"Keluarga sangat kaget atas penahanan Abdul Aziz al-Audah karena menyatakan sokongan terhadap Palestina di Twitter," kata Abdullah al-Audah, putra dari ulama tersohor Syekh Salman al-Audah, ditahan sejak September 2017 karena mengkritik sejumlah kebijakan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. 

Abdul Aziz al-Audah juga masih kerabat dari Syekh Salman al-Audah.

Beberapa tahun terakhir Saudi menangkapi warga Palestina tinggal di negara Kabah itu, termasuk salah satu pentolan Hamas, Muhammad al-Khodari. Saudi memang telah menyatakan Hamas dan Al-Ikhwan al-Muslimun sebagai organisasi teroris. 

Sejak Bin Salman menjadi calon raja pada 21 Juni 2017, Saudi getol menangkapi aktivis, wartawan, ulama, pangeran, pejabat, dan pengusaha dianggap membangkang. 

Bahkan Saudi menuntut tiga ulama tersohor - Syekh Salman al-Audah, Syekh Awad al-Qarni, dan Dr. Ali al-Umari - dengan hukuman mati. 

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

James Le Mesurier, pendiri organisasi Helm Putih. (Media sosial)

Pendiri Helm Putih tewas bunuh diri

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu menuding Le Mesurier memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok teroris. 





comments powered by Disqus