kabar

Demonstran serbu Konsulat Iran di Karbala

Pengunjuk rasa di Irak menganggap Iran sangat mempengaruhi politik dalam negeri mereka sehabis invasi Amerika Serikat pada 2003. 

04 November 2019 12:10

Lusinan demonstran kemarin menyerbu kantor Konsulat Iran di Kota Karbala, selatan Irak. 

Mereka menurunkan bendera negara Mullah itu dan membakar tembok luar konsulat. 

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada Arab News, semua staf Konsulat Iran berhasil kabur melalui pintu belakang. 

Pengunjuk rasa di Irak menganggap Iran sangat mempengaruhi politik dalam negeri mereka sehabis invasi Amerika Serikat pada 2003. 

Unjuk rasa besar-besaran meletup di Ibu Kota Baghdad dan kota-kota lain di selatan Irak sejak 1 Oktober lalu. Tindakan keras pasukan keamanan sejauh ini mengakibatkan lebih dari 250 orang tewas dan delapan ribu lainnya cedera.

 

 

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

James Le Mesurier, pendiri organisasi Helm Putih. (Media sosial)

Pendiri Helm Putih tewas bunuh diri

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu menuding Le Mesurier memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok teroris. 





comments powered by Disqus