kabar

Empat turis asing luka ditusuk di kawasan wisata tersohor di Yordania

Pelaku penusukan adalah lelaki berumur 22 tahun dan sudah ditangkap.

06 November 2019 22:27

Sebanyak delapan orang, termasuk empat pelancong asing, hari ini luka karena ditusuk di kawasan wisata Jarasy, Yordania. Keempat turis luar negeri itu terdiri dari tiga warga Meksiko dan satu perempuan Swiss, seperti dilansir kantor berita Petra.

Empat korban lainnya adalah warga Yordania, termasuk pemandu korban dan seorang polisi. Sejumlah sumber mengungkapkan kepada the National, dua dari delapan korban cedera diterbangkan ke King Hussein Medical City di Ibu Kota Amman lantaran luka serius.

Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Abrard menulis di akun Twitternya, satu warganya dalam keadaan kritis dan seorang lagi sedang menjalani operasi.

Pelaku penusukan adalah lelaki berumur 22 tahun dan sudah ditangkap. Hingga kini, pihak berwenang di Yordania belum mengumumkan mengenai identitas pelaku dan motifnya.

Jarasy, berjarak sekitar 51 kilometer dari Amman, saban tahun dikunjungi ribuan wisatawan, untuk menyaksikan reruntuhan kota kuno zaman Romawi. Jerash merupakan salah satu tempat pelesiran tersohor di negara Bani Hasyim itu, selain Petra dan Wadi Rum.

Perekonomian Yordania memang sangat mengandalkan industri wisata. Kelompok-kelompok kestremis pernah menyerang beberapa kawasan turis buat mempermalukan pemerintah dan menghancurkan industri wisata di sana. ada 2005, tiga serangan teroris terhadap hotel di Yordania menewaskan 23 orang. Setahun kemudian, satu pelancong Inggris terbunuh setelah seorang pria bersenjata menembaki turis di Citadel, Amman.

Tiga tahun lalu, milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) membunuh 14 orang di Yordania, termasuk satu warga Kanada.

Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner. (Twitter)

Prancis bersedia terima sebelas kombatan ISIS dideportasi dari Turki

Castaner mengatakan sekitar 250 warga Prancis bergabung dengan ISIS telah dipulangkan sejak 2014. 

Sadim al-Maliki, perempuan Arab Saudi bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka. (Al-Bawaba)

Seorang pedagang di Jeddah bikin heboh karena berpakaian ketat dan terbuka

Sesuai aturan, Sadim terancam didenda seratus riyal. Kalau diulangi, dendanya 200 riyal. 

Sejumlah orang mengangkat jenazah ulama Arab Saudi, Syekh Fahad al-Qadi, meninggal dalam penjara pada 12 November 2019. (Twitter)

Setelah nasihati raja dan anaknya, ulama Saudi ditahan dan meninggal dalam penjara

Penangkapan terhadap para pembangkang kian getol dilakoni Saudi sejak Bin Salman menjadi calon raja Saudi pada Juni 2017. 

James Le Mesurier, pendiri organisasi Helm Putih. (Media sosial)

Pendiri Helm Putih tewas bunuh diri

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pekan lalu menuding Le Mesurier memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok teroris. 





comments powered by Disqus