kabar

Turki mulai deportasi kombatan ISIS ke negara asal

Ankara kemarin memulangkan seorang kombatan ISIS asal Amerika Serikat dan tujuh jihadis ISIS dari Jerman dideportasi hari ini.

12 November 2019 12:55

Pemerintah Turki sejak kemarin mulai mendeportasi para kombatan milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) ke negara asal mereka.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Turki Ismail Catakli bilang kepada wartawan, Ankara kemarin memulangkan seorang kombatan ISIS asal Amerika Serikat. Dia menambahkan tujuh jihadis ISIS dari Jerman dideportasi hari ini.

Sedangkan sebelas kombatan ISIS asal Prancis, dua dari Irlandia, dan dua jihadis lainnya asal Jerman sedang dalam proses untuk dipulangkan ke negara asal mereka.

Turki mengkritik negara-negara Barat karena menlak merepatriasi warga mereka pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS. Bebarap negara bahkan sampai menghapus status kewarganegaraan mereka.

Menteri Dalam Negeri Turki Sulaiman Soylu Jumat pekan lalu mengatakan Turki menahan 1.200 kombatan ISIS dari berbagai negara dan menangkap 287 lainnya selama menyerbu wilayah timur laut Suriah. Dia tidak menjelaskan pakah 1.200 jihadis ISIS itu ditangkap di Suriah atau Turki.

"Tidak perlu lari dari hal itu, kami akan mengirim mereka kembali kepada Amda," kata Soylu. "Terserah bagaimana Anda bakal memperlakukan mereka."

Namun tidak jelas bagaimana Turki akan memulangkan para kombatan ISIS sudah kehilangan kewarganegaraan mereka itu.

ISIS di masa kejayaannya pada pertengahan 2014 menguasai setengah wilayah Suriah dan sepertiga Irak, namun teritori terakhir mereka di Suriah berhasil direbut setengah tahun lalu. Sedangkan pemimpin mereka, Abu Bakar al-Baghdadi tewas meledakkan diri di rumah persembunyiannya di Idlib bulan lalu. 

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus