kabar

Seliwer tuk-tuk di Midan Tahrir

Sopir tuk-tuk menjadi jawaban atas kebuntuan dihadapi ambulans dan truk pemasok logistik kerap terjebak di tengah lautan massa menuntut Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mundur.

15 November 2019 19:08

Sopir tuk-tuk, kendaraan roda tiga kalau di Jakarta disebut bajaj, dikenal warga Ibu Kota Baghdad, Irak, serampangan. Mereka dianggap berkendara dengan kasar dan tidak patuh aturan.

Namun pandangan buruk itu berubah ketika Revolusi Irak meletup 1 Oktober lalu. Unjuk rasa berpusat di Midan Tahrir, jantung Baghdad, kerap terjadi bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa membikin reputasi sopir tuk-tuk menjadi bagus.

Sopir tuk-tuk menjadi jawaban atas kebuntuan dihadapi ambulans dan truk pemasok logistik kerap terjebak di tengah lautan massa menuntut Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi mundur lantaran korupsi mewabah, layanan publik buruk, dan pengangguran meningkat. Para sopir tuk-tuk mampu menerobos untuk membawakan air minum, makanan, masker dan korban luka. Semuanya gratis.

Para demonstran bersorak girang saban kali tuk-tuk datang dan pergi membawa korban luka dan meninggal ke rumah sakit. "Mereka (sopir tuk-tuk) adalah pahlawan dalam protes ini," kata Malak Ali Abdurrahman, insinyur berumur 25 tahun. "Mereka sekarang sudah membuktikan, mereka bukan sekadar sopir tuk-tuk."

Layanan sopir tuk-tuk memang sangat penting di tengah kian meningkatnya korban akibat bentrokan. Hingga kini, lebih dari 325 orang tewas dan paling tidak 15 ribu lainnya cedera. Bukan saja menembaki demonstran, menurut Human Rights Watch, pasukan keamanan juga menembaki petugas medis, tenda-tenda, dan ambulans dengan gas air mata dan peluru tajam.

Tuk-tuk telah menjelma sebagai pemersatu dalam seruan untuk perubahan di Irak. Bahkan surat kabar gratis dibagikan kepada para pengunjuk rasa diberi nama Tuk tuk.

Jafar Muhammad, sopir tuk-tuk berusia 15 tahun dan berasal dari Sadr City, kawasan permukiman Syiah di Baghdad, merasa bangga dengan perannya dalam Revolusi Irak sedang berlangsung. "Kami tidak malu lagi menjadi orang miskin karena protes tengah berjalan tidak akan berhasil tanpa keberadaan kami di tengah demonstran," ujarnya.

Dia pergi ke lokasi demontrasi tiap hari, terutama dekat barikade dibangun di atas jembatan menghubungkan Midan Tahrir dan Zona Hijau, merupakan pusat pemerintah dan kantor-kantor perwakilan negara asing.

"Saya mesti berada di atas jembatan di garis depan supaya dekat dengan demonstran mungkin tertembak atau luka," ujar Jafar. "Negara saya menginginkan saya berada di sini, jadi saya sekarang di sini."

Sopir tuk-tuk lainnya, Murtada Ali, 23 tahun, menjelaskan semua sopur tuk-tuk di Baghdad dapat bersatu hanya dalam dua hari untuk membantu mengevakuasi demonstran luka atau tewas. "Kami mencintai negara kami karena itulah kami mampu melakukan ini," tuturnya.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Pengadilan Sudan jatuhkan vonis dua tahun bagi mantan Presiden Umar al-Basyir karena korupsi

Basyir sebelumnya mengaku menerima uang US$ 25 juta dari Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan sudah dia bagikan untuk kegiatan amal.

Demonstran di Kota Najaf, Irak, membakar Konsulat Iran pada 27 November 2019. (Supplied)

Demonstran sudah tiga kali bakar Konsulat Iran di Najaf

Demonstran pertama kali membakar Konsulat Iran Rabu pekan lalu.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Parlemen Irak setujui pengunduran diri Abdul Mahdi

Abdul Mahdi dipilih sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu lantaran Haidar al-Abadi tidak ingin menjabat lagi.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Perdana menteri Irak ajukan surat pengunduran diri ke parlemen

Parlemen hari ini akan putuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri Abdul Mahdi.





comments powered by Disqus