kabar

Sudan bubarkan partainya mantan Presiden Umar al-Basyir

Pemerintah Sudan juga memutuskan segala simbol rezim Basyir atau NCP dilarang dipakai untuk kegiatan politik selama sepuluh tahun. 

29 November 2019 10:38

Sudan telah mengesahkan undang-undang membubarkan partai dari mantan Presiden Umar al-Basyir. 

Presiden Basyir berkuasa melalui kudeta pada 1989 hingga  lengser April lalu setelah rakyat Sudan berunjuk rasa sejak Desember tahun lalu. Dia kini menjalani sidang dengan dakwaan korupsi. 

Pemerintahan sementara Sudan membatalkan pula aturan mengawasi perilaku kaum hawa di muka umum. 

Dua keputusan ini sesuai tuntutan kunci demonstran ingin melenyap rezim Basyir di Sudan. 

Negara itu kini diperintah oleh dewan gabungan militer dan sipil serta kabinet dipimpin Perdana Menteri Abdallah Hamduk.

Dengan membubarkan NCP (Partai Kongres Nasional) pernah dipimpin Basyir, pemerintah Sudan sekarang bisa menyita semua aset milik partai itu. "Kami kini bisa mengambil kembali kekayaan dicuri dari rakyat Sudan," kata Hamduk lewat Twitter.

Pemerintah Sudan juga memutuskan segala simbol rezim Basyir atau NCP dilarang dipakai untuk kegiatan politik selama sepuluh tahun. 

 

Mantan Presiden Sudan Umar al-Basyir saat menjalani sidang kedua di sebuah pengadilan di Ibu Kota Khartum, 7 September 2019. (Sudan Daily)

Mantan Presiden Umar al-Basyir pegang kunci ruangan dalam istana berisi fulus jutaan euro

Basyir pernah memberikan duit lima juta euro kepada Wakil Komandan paramiliter RSF (Pasukan Bantuan Cepat) Abdurrahim Hamdan Dagalo.

Ribuan demonstran berunjuk rasa di luar istana Presiden Sudan Umar al-Basyir sejak Sabtu, 6 April 2019. (CNN)

Mantan Presiden Umar al-Basyir didakwa korupsi

Dia berjalan dengan wajah cemberut setelah jaksa membacakan dakwaan.

Stasiun pengisian bahan bakar di Ibu Kota Khartum, Sudan. (Sudan Tribune)

Semua warga Indonesia di Sudan dalam keadaan aman

Situasi di Khartum dan Sudan secara keseluruhan tidak mencekam seperti dilansir media-media Barat.





comments powered by Disqus