kabar

Perdana menteri Irak ajukan surat pengunduran diri ke parlemen

Parlemen hari ini akan putuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri Abdul Mahdi.

01 Desember 2019 05:48

Setelah menggelar sidang darurat kabinet dan para menteri menyetujui pengunduran dirinya, Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi kemarin menyampaikan surat resmi permintaan berhenti ke parlemen.

Parlemen Irak dijadwalkan bersidang hari ini. Semua anggotanya akan mengadakan pemungutan suara apakah menerima atau menolak permohonan Abdul Mahdi untuk mundur.

Abdul Mahdi mengumumkan rencana mundur Jumat lalu, setelah peristiwa 45 pengunjuk rasa tewas dibunuh pasukan keamanan Irak di Nasiriyah, Najaf, dan Baghdad. Ini merupakan kejadian paling berdarah sejak unjuk rasa massal meletup pada 1 Oktober.

Pengumumannya itu muncul setelah ulama Syiah berpengaruh, Ayatullah Ali al-Sistani meminta perubahan kepemimpinan di negara Dua Sungai itu.

Meski Abdul Mahdi menyatakan mundur, protes tetap berlangsung lantaran para pengunjuk rasa menuntut perubahan semua sistem politik melalui amendemen konstitusi.

Burung puyuh Houbara. (birdguide.club)

Polisi Pakistan tangkap sejumlah pangeran Qatar karena berburu burung langka tanpa izin

Pada 2014, Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Saudi membunuh lebih dari dua ribu burung houbara selama 21 hari perburuan.

Demonstran di Kota Najaf, Irak, membakar Konsulat Iran pada 27 November 2019. (Supplied)

Demonstran sudah tiga kali bakar Konsulat Iran di Najaf

Demonstran pertama kali membakar Konsulat Iran Rabu pekan lalu.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Parlemen Irak setujui pengunduran diri Abdul Mahdi

Abdul Mahdi dipilih sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu lantaran Haidar al-Abadi tidak ingin menjabat lagi.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Perdana menteri Irak bilang akan berhenti

Keputusan Abdul Mahdi ini muncul menanggapi seruan dari ulama berpengaruh Syiah Ayatullah Ali al-Sistani, meminta perubahan kepemimpinan di negara Dua Sungai itu.





comments powered by Disqus