kabar

Parlemen Irak setujui pengunduran diri Abdul Mahdi

Abdul Mahdi dipilih sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu lantaran Haidar al-Abadi tidak ingin menjabat lagi.

02 Desember 2019 13:09

Parlemen Irak kemarin mengabulkan permintaan Perdana Menteri Adil Abdul Mahdi untuk mundur dari jabatannya.

Ketua Parlemen Muhammad al-Halbusi bilang pihaknya sekarang akan meminta Presiden Barham Salih menunjuk pengganti Abdul Mahdi.  

Abdul Mahdi mengumumkan pengunduran dirinya Jumat pekan lalu setelah ulama Syiah tersohor di Irak, Ayatullah Ali as-Sistani, meminta pemerintah diganti lantaran gagal memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. Mundurnya Abdul Mahdi itu berlangsung setelah pasukan keamanan Irak menembak mati 45 demnstran dalam 24 jam di tiga kota: Nasiriyah, Najaf, dan Baghdad. 

Abdul Mahdi dipilih sebagai perdana menteri pada Oktober tahun lalu lantaran Haidar al-Abadi tidak ingin menjabat lagi. Keputuan Abadi ini juga terkait kegagalan dirinya dalam menangani protes antikorupsi meletup di selatan Irak pada 2018.  

 

 

 

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi minta kaum muslim tunda dulu pendaftaran haji

Pernyataan Al-Bantani itu mengisyaratkan pelaksanaan haji tahun ini mungkin dibatalkan.

Demonstran di Kota Najaf, Irak, membakar Konsulat Iran pada 27 November 2019. (Supplied)

Demonstran sudah tiga kali bakar Konsulat Iran di Najaf

Demonstran pertama kali membakar Konsulat Iran Rabu pekan lalu.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Perdana menteri Irak ajukan surat pengunduran diri ke parlemen

Parlemen hari ini akan putuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri Abdul Mahdi.

Perdana Menteri Irak Adil Abdul Mahdi. (Tehran Times)

Perdana menteri Irak bilang akan berhenti

Keputusan Abdul Mahdi ini muncul menanggapi seruan dari ulama berpengaruh Syiah Ayatullah Ali al-Sistani, meminta perubahan kepemimpinan di negara Dua Sungai itu.





comments powered by Disqus