kabar

Kelompok LGBT pertama berdiri di Arab Saudi

Mukhtalif mengklaim mendapat izin dari pemerintah Saudi pada 22 November.

05 Desember 2019 22:10

Mukhtalif (dalam bahasa Arab berarti berbeda) menjadi kelompok LGBT pertama berdiri di Arab Saudi.

Melalui akun Twitternya, Mukhtalif mengklaim sebagai organisasi resmi dan menjadi kelompo LGBT pertama diizinkan beroperasi di negara Kabah itu. Mukhtalif menyatakan mereka menyokong kaum gay, lesbian, transeksual, transgender, homoseks, aseksual, biseksual, dan segala jenis anggota komunitas LGBT.

Mukhtalif mengklaim mendapat izin dari pemerintah Saudi pada 22 November. "Bagaimana menurut Anda kalau tanggal ini dijadikan hari lahir Mukhtalif dirayakan saban tahun?"

Pengumuman berdirinya kelompok LGBT perdana di Saudi itu memancing kemarahan kaum konservatif. Seorang pengguna Twitter menulis, "(Mukhtalif adalah) organisasi terbesar bagi orang-orang akan masuk ke neraka."

Beberapa pegiat LGBT menyambut positif dibentuknya Mukhtalif. "Saya berharap suatu saat nanti semua orang akan diterima dan kita semua hidup secara harmonis.

Sejauh ini belum ada komentar dari pihak berwenang Saudi mengenai Mukhtalif. Alhasil muncul keraguan dengan klaim itu. Apalagi hukum berlaku di Saudi menetapkan kaum homoseksual dinacam hukuman mati.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Anak Raja Salman curi data dalam telepon seluler Jeff Bezos

Sehabis membuka link video kiriman Bin Salman itulah, semua data dalam telepon pintar Bezos tersedot.

Syekh Muhammad al-Isa, ulama top asal Arab Saudi dan merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim. (Twitter)

Ulama top Arab Saudi akan berdoa di bekas kamp pembantaian orang Yahudi di Polandia

Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa menyerukan kepada semua umat Islam untuk mempelajari sejarah Holocaust.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan bertemu Rabbi Marc Schneier dari New York, Amerika Serikat. Pertemuan ini berlangsung di kantornya di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, 16 Januari 2020. (Twitter)

Menteri Saudi terima kunjungan rabbi

Rabbi Schneier mengungkapkan kegirangannya bisa merayakan Shabbat di Saudi untuk pertama kali.

Abdul Malik al-Hutiyun, pemimpin milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. (yemenobserver.com)

Saudi bayar Rp 6,8 triliun buat ongkos operasional pasukan Amerika

Saudi sudah menaruh deposit Rp 13,6 triliun di bank untuk ongkos operasional pasukan Amerika. 





comments powered by Disqus