kabar

Polisi Pakistan tangkap sejumlah pangeran Qatar karena berburu burung langka tanpa izin

Pada 2014, Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Saudi membunuh lebih dari dua ribu burung houbara selama 21 hari perburuan.

14 Desember 2019 19:18

Polisi Pakistan telah menangkap tujuh warga Qatar, termasuk sejumlah pangeran, lantaran berburu burung langka secara ilegal di Provinsi Balochistan.

Menurut Abdur Razzak, Wakil Kepala Kepolisian Nushki (Balochistan), ketujuh warga negara Arab Teluk itu tidak memiliki izin untuk berburu burung puyuh houbara, seperti dilansir the Express Tribune.

Selama puluhan tahun, keluarga kerajaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab pergi ke Pakistan untuk berburu burung houbara. Burung pemalu seukuran ayam ini dagingnya dimakan lantaran dipercaya menjadi obat perangsang seks.

Keluarga-keluarga bangsawan Arab ini menggunakan burung elang pemburu (falcon) untuk menangkap houbara.

Perburuan puyuh houbara ini ilegal hingga tiga tahun lalu Mahkamah Agung Pakistan mencabut larangan itu. Pemerintah beralasan larangan berburu houbara bisa merusak hubungan sangat menguntungkan dengan negara-negara Arab Teluk.

Pemerintah Provinsi Pakistan telah menetapkan tarif US$ 100 ribu (kini setara Rp 1,4 miliar) buat berburu seratus houbara, namun kerap para pangeran dari negara-negara Arab Teluk melewati kuota. Pada 2014, Pangeran Fahad bin Sultan bin Abdul Aziz dari Saudi membunuh lebih dari dua ribu burung houbara selama 21 hari perburuan.

Untuk endapat dukungan dari penduduk setempat, para pangeran itu membangun jalan, sekolah, dan masjid. Mobil-mobil impor supermewah kadang dihadiahkan kepada tokoh masyarakat lokal.

Konvensi Perdagangan Hewan Langka Internasional telah memasukkan burung houbara sebagai bintang terancam punah.

Pada 2017, 26 sandera, termasuk keluarga kerajaan Qatar dan dua warga Saudi dibebaskan setelah membayar tebusan US$ 90 juta. Mereka diculik di Irak selama 1,5 tahun.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 4.207 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 213.716 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak jadi 25.825 orang, termasuk 453 meninggal.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah haji tidak boleh sentuh atau cium Kabah dan Hajar Aswad

Tiap sesi tawaf, sai, dan melempar jumrah hanya boleh diikuti 50 jamaah. Jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 3.580 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 209.509 orang

Penderita Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 25.678 orang, termasuk 446 meninggal.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Ketambahan 4.128 kasus baru, jumlah pengidap Covid-19 di Saudi jadi 205.929 orang

Penderita Covid-19 di Makkah meningkat menjadi 25.448 orang, termasuk 432 meninggal.





comments powered by Disqus