kabar

Indonesia dan Israel sama-sama rugi kalau tidak bina hubungan resmi

Negara Zionis itu tidak memiliki ganjalan buat menjalin hubungan resmi dengan Indonesia.

17 Desember 2019 18:40

Sejak era Presiden Abdurrahman Wahid, hubungan bisnis antara Indonesia mulai terjalin meski kedua negara tidak memiliki relasi diplomatik. Belakangan hubungan meluas hingga ke sektor wisata dan pendidikan. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel Lior Hayat hari ini bilang kepada Albalad.co, mestinya kedua negara membuka hubungan diplomatik. Dia menekankan negara Zionis itu tidak memiliki ganjalan buat menjalin hubungan resmi dengan Indonesia.

Tapi bagi Indonesia, sesuai amanat konstitusi, pengakuan terhadap Israel baru bisa dilakukan kalau sudah terbentuk negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan ibu kota Yerusalem Timur. 

"Kedua negara sama-sama rugi bila tidak menjalin hubungan diplomatik," kata Hayat melalui WhatsApp. 

 

 

Steve Stein, pengusaha Israel menjadi fasilitator bagi program pelatihan dan beasiswa bagi orang-orang Indonesia ke Israel. (Steve Stein buat Albalad.co)

Pengusaha Israel: Sudah saatnya Indonesia buka hubungan diplomatik dengan Israel

Timur Tengah baru ingin bersekutu dengan Israel lantaran negara Bintang Daud ini penghulu hampir di semua sektor: teknologi, pertanian, air, energi, perdagangan, perbankan, dan keamanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Pejabat Israel klaim Indonesia kian dekat dengan Israel

"Itu kan cuma klaim sepihak," ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Mantan menteri Komunikasi Israel Ayub Kara. Dia adalah orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk urusan negara Arab dan muslim. (Wikipedia)

Orang kepercayaan Netanyahu sebut Indonesia sangat butuh teknologi dari Israel

"Isu Palestina tidak lagi relevan saat ini. Negara-negara Timur Tengah juga sudah berhenti membahas masalah Palestina. Mereka tidak peduli lagi dengan Palestina, menyedihkan," ujar Ayub Kara.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).





comments powered by Disqus