kabar

Pengadilan Saudi jatuhkan vonis hukuman mati bagi penusuk tiga pemain teater di Riyadh

Pelaku merupakan warga Yaman mengaku disuruh oleh Al-Qaidah

30 Desember 2019 00:20

Pengadilan di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, kemarin menajtuhkan vonis hukuman mati terhadap terdakwa kasus penusukan terhadap tiga pemain teater. Satu terdakwa lainnya diberikan hukuman 12,5 tahun penjara.

Penusukan itu terjadi bulan lalu ketika ada pementasan teater di Riyadh. Dari hasil interogasi, pelaku - warga negara Yaman berumur 33 tahun - mengaku mendapat perintah dari Al-Qaidah. Ketiga korban luka dalam insiden itu.

"Mahkamah kriminal telah memberikan vonis mati kepada pelaku serangan teroris di Riyadh," seperti dilaporkan stasiun televisi pemerintah Al-Ikhabriya.

Situasi di lokasi dua bom bunuh diri terjadi pada 21 Januari 2021 di sebuah pasar pakaian bekas di Ibu Kota Baghdad, Irak. (Twitter/FJ)

Bom bunuh diri pertama dalam tiga tahun hantam Baghdad, 32 orang tewas

Pengebom bunuh diri pertama mengaku sakit. Saat orang-orang mendekat untuk memberi pertolongan dia menekan detonator bom di tubuhnya.

Masyarakat sedang mencoba air minum dihasilkan dari udara oleh mesin Watergen. (Watergen buat Albalad.co)

Teknologi Israel hasilkan air minum dari udara

"Kami menerima begitu banyak minta terhadap produk Watergen, baik dari pemerintah atau swasta," ujar Mirilashvili kepada Albalad.co

Menteri Telekomunikasi Iran Muhammad Javad Azari Jahromi. (Asharq al-Awsat)

Menteri telekomunikasi Iran tolak blokir Instagram

ran telah lama memblokir media sosial seperti YouTube, Telegram, Twitter, dan Facebook. Hanya Instagram dan WhatsApp masih bebas diakses.

Muhanna Saud al-Anazi, dokter gigi di Arab Saudi membakar ijazahnya. Dia kesal karena sudah dua tahun menganggur sejak lulus kuliah. (YouTube)

Saudi belum bayar gaji 700 dokter selama empat bulan terakhir

Sesuai kontrak, selain gaji, mereka diberi biaya transportasi, dan tunjangan lainnya.





comments powered by Disqus