kabar

Jamaah haji tidak boleh sentuh atau cium Kabah dan Hajar Aswad

Tiap sesi tawaf, sai, dan melempar jumrah hanya boleh diikuti 50 jamaah. Jarak antar jamaah minimal 1,5 meter.

06 Juli 2020 09:27

Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Nasional Arab Saudi telah mengeluarkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 dalam pelaksanaan haji tahun ini. Salah satunya jamaah haji tidak dibolehkan menyentuh atau mencium Kabah dan Hajar Aswad.

Pagar penghalang akan dipasang untuk mencegah jamaah haji menyentuh atau mencium kedua benda itu. Petugas keamanan mesti memastikan jamaah tidak mendekati pagar pembatas.

Ketika bertawaf (mengelilingi Kabah), jarak antara jamaah haji minimal 1,5 meter. Sehingga akan ada pembatasan untuk tiap sesi tawaf sebanyak tujuh kali mengitari Kabah.

Mataf (areal tawaf) dan masa (tempat melaksanakan sai dari Safa dan Marwa) sebelum dan sesudah tiap sesi tawaf dan sai. Namun belum diketahui berapa jumlah jamaah diizinkan bertawaf dan bersai saban sesinya.

Tapi dari percobaan-percobaan sebelumnya, satu kali sesi tawaf dan sai hanya boleh diikuti oleh 50 orang.

Saat melaksanakan wukuf di Padang Arafah, tidak boleh ada lebih dari sepuluh jamaah haji untuk tiap 50 meter persegi tenda.

Semua jamaah haji dan petugas terkait wajib menggunakan masker sekali pakai sepanjang waktu selama pelaksanaan rukun islam kelima itu. Masker harus dibuang di tempat telah disediakan.

Jamaah haji juga mesti melaksanakan lempar jumrah sesuai jadwalnya. Tiap sesi pelemparan jumrah hanya boleh dilakukan 50 jamaah untuk masing-masing lantai tempat melempar. Jarak antar jamaah saat melempar jumrah antara 1,5 hingga dua meter.

Batu kerikil disediakan buat melempar jumrah harus sudah disterilisasi dan dibungkus rapat dalam kantong plastik.

Hanya makanan dan minuman cepat saji terbungkus rapat harus disediakan bagi tiap-tiap jamaah haji secara terpisah.

Jamaah haji boleh meminum air Zamzam menggunakan gelas atau botol sekali pakai.

Siapa saja tidak memiliki izin berhaji, dilarang memasuki Mina, Muzdalifah, dan Arafat mulai 19 Juli sampai 12 Zulhijah.

Jamaah menderita gejala Covid-19 akan diperiksa lebih dulu oleh dokter sebelum merampungkan ritualnya dan berada di roombongan jamaah dengan gejala serupa.

Siapa saja mengalami gejala flu, seperti demam tinggi, bersin-bersin, hidung berair, tenggorokan sakit atau tidak bisa merasakan bau dan rasa, tidak dibolehkan melaksanakan ritual haji sampai gejalagejala itu hilang dan dibuktikan dengan keterangan dokter.

Haji tahun ini hanya boleh diikuti sepuluh ribu penduduk Arab Saudi dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat. Kementerian Haji dan Umrah baru mengumumkan haji jadi dilaksanakan pada 22 Juni lalu. 

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dua calon jamaah haji Indonesia terinfeksi Covid-19

Klaim dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyebut tidak ada satu pun jamaah haji tertular Covid-19.

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Haji tahun ini diikuti oleh 930 jamaah

Semua biaya pelaksanaan haji ditanggung oleh konglomerat Saudi, Syekh Sulaiman bin Abdul Aziz ar-Rajhi.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Mimpi Wahyu berhaji kala pandemi

"Saya tidak menyangka dapat lolos seleksi peserta haji 2020."

Jamaah bertawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Hanya 13 warga Indonesia berhaji tahun ini

Ada yang berprofesi sebagai perawat, guru, dan ibu rumah tangga.





comments powered by Disqus