kabar

Arab Saudi izinkan perempuan dewasa masih lajang tinggal tidak serumah dengan orang tua

Ini keputusan bersejarah.

16 Juli 2020 13:07

Untuk pertama kali, pengadilan di Arab Saudi memutuskan perempuan dewasa masih lajang boleh tinggal tidak serumah dengan orang tua.

Dalam putusannya, Pengadilan Riyadh kemarin menyatakan kasus seorang perempuan dewasa masih lajang tinggal sendiri di ibu kota Arab Saudi itu tanpa izin ayahnya. Wanita bernama Maryam al-Utaibi itu menetap di Riyadh, terpisah dari rumah orang tuanya.

"Sebuah keputusan pengadilan bersejarah dikeluarkan hari ini, menegaskan perempuan dewasa masih lajang dan tidak gila, tinggal sendiri terpisah dari rumah orang tua bukanlah sebuah kejahatan," kata Abdurrahman al-Lahim, pengacara dari perempuan itu, melalui Twitter. "Saya sangat senang putusan ini mengakhiri nasib tragis kaum hawa (di Arab Saudi)."

Selama ini, perempuan di negara Kabah itu mesti meminta izin dari muhrimnya (ayah, saudara kandung lelaki, atau suami) kalau ingin bepergian.

Dalam putusannya, Pengadilan Riyadh menyatakan, "Perempuan dewasa dan berakal berhak memutuskan di mana dia ingin tinggal."

Maryam mengakui dia tinggal sendiri di Riyadh sejak 2017 tanpa persetujuan ayahnya. "Saya girang hari ini karena putusan pengadilan mengembalikan kebebasan saya untuk bergerak dijamin oleh konstitusi menyatakan tidap warga negara berhak memiliki kebebasan dan stabiitas," ujarnya.

Sejak Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman meluncurkan Visi 2030 pada 2017, perempuan Saudi mendapat banyak kebebasan: mereka boleh menonton pertandingan olahraga di stadion, berolahraga di luar rumah, menyetir mobil dan mengendarai sepeda motor, memiliki paspor dan bepergian ke luar negeri tanpa izin muhrim.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.





comments powered by Disqus