kabar

Bin Salman diperkirakan naik takhta paling lambat akhir tahun ini

Bin Salman selalu selangkah di depan tentang suksesi.

23 Juli 2020 12:56

Sejumlah ahli Arab Saudi memperkirakan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman akan naik takhta sebelum Amerika Serikat menggelar pemilihan presiden November mendatang.

"Dia diperkirakan dilantik sebagai raja paling lambat akhir tahun ini," kata Nabil Nuwairah, peneliti independen mengenai negara-negara Arab Teluk, kepada Asia Times. Bebarap sumber bahkan meyakini suksesi di Arab Saudi bakal terjadi bulan depan.

Kemungkinan ini dipicu oleh ketidakstabilan kondisi kesehatan ayahnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, dan pemilihan presiden Amerika, diperkirakan calon dari Partai Demokrat Joe Biden akan menang. Apalagi Bin Salman telah berhasil mengunci orang-orang dianggap dapat mengganjal langkahnya menuju singgasana.

Maret lalu, Bin Salman menahan 20 pangeran senior, termasuk dua pesaing beratanya untuk menjadi raja Saudi kedelapan, yakni Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz (adik dari Raja Salman) dan mantan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Nayif (abang sepupu dari Bin Salman).

Nuwairah mengungkapkan hampir semua pangeran ditahan adalah orang-orang penting dan berpengaruh. Mereka semua dilarang meninggalkan negara Kabah itu. "Ada lusinan pangeran tidak bleh bepergian ke luar negeri dan pergerakkan diawasi," ujarnya. "Saya kira segalanya dalam kontrol Bin Salman saat ini."

Abdullah al-Audah, peneliti asal Saudi sekaligus profesor tamu di Universitas George Washington, menduga pergantian penguassa di Saudi akan berlangung paling lambat November tahun ini.

Menurut dia, Bin Salman sadar dirinya bukan bagian dari tradisi dan dia sangat ketakutan akan masa depannya. Karena itulah Bin Salman selalu selangkah di depan tentang suksesi. "Dia membungkam lawan-lawannya sebelum mereka berpikir untuk menantang dirinya," tutur Al-Audah.

Seorang peneliti Barat kerap melawat ke Arab Saudi bertaruh Raja Salman akan meninggal sebelum Januari tahun depan. "Saya kira masalah kesehatan menjadi tantangan terbesar bagi Raja Salman," katanya.

Apalagi, kata dia, Raja Salman sudah biasa mendelegasikan wewenangnya sebagai raja kepada Bin Salman kalau dia sedang berlibur ke luar negeri.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."





comments powered by Disqus