kabar

Haji dan utang janji Raja Salman

Tabrakan arus jamaah saat proses melempar jumrah menewaskan ribuan jamaah.

31 Juli 2020 01:33

Lima tahun lalu, pelaksanaan haji dirundung dua petaka: jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, menewaskan 111 jamaah, dan tabrakan arus jamaah saat prosesi melempar jumrah di Mina, membunuh ribuan orang.

Derek raksasa jatuh pada 11 September 2015 dan tabrakan arus jamaah terjadi pada 24 September. Korban terbanyak dalam tragedi Mina adalah jamaah haji asal Iran, sebanyak 465 orang. Sedangkan 148 jamaah meninggal lainnya dari Mesir dan 120 lainnya jamaah haji Indonesia.

Dalam hitungan hari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan pembentukan komite investigasi untuk mencari tahu penyebab insiden itu. Namun lima tahun sudah berlalu, hasil penyelidikan komite ini belum diumumkan ke publik dan penguasa negara Kabah itu pun tidak pernah meminta maaf.

Sila baca:

Cuci tangan darah Mina

Tipu Riyadh petaka Mina

Suasana salat di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, di masa pandemi. (SPA)

Saudi tingkatkan kapasitas umrah selama Ramadan menjadi 50 ribu jamaah per hari

Umrah Ramadan hanya untuk penduduk Saudi sudah disuntik dua dosis vaksin Covid-19 atau pernah mengidap Covid-19.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani. (Arab News)

Raja Salman copot menteri haji dan umrah

Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani menjabat menteri haji dan umrah sejak 2016.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Kuota haji tiap negara tahun ini mungkin 20-50 persen

Haji tahun lalu hanya buat penduduk Saudi. Jumlahnya pun seribu orang saja.

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.





comments powered by Disqus