kabar

Haji dan utang janji Raja Salman

Tabrakan arus jamaah saat proses melempar jumrah menewaskan ribuan jamaah.

31 Juli 2020 08:33

Lima tahun lalu, pelaksanaan haji dirundung dua petaka: jatuhnya sebuah derek raksasa di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, menewaskan 111 jamaah, dan tabrakan arus jamaah saat prosesi melempar jumrah di Mina, membunuh ribuan orang.

Derek raksasa jatuh pada 11 September 2015 dan tabrakan arus jamaah terjadi pada 24 September. Korban terbanyak dalam tragedi Mina adalah jamaah haji asal Iran, sebanyak 465 orang. Sedangkan 148 jamaah meninggal lainnya dari Mesir dan 120 lainnya jamaah haji Indonesia.

Dalam hitungan hari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan pembentukan komite investigasi untuk mencari tahu penyebab insiden itu. Namun lima tahun sudah berlalu, hasil penyelidikan komite ini belum diumumkan ke publik dan penguasa negara Kabah itu pun tidak pernah meminta maaf.

Sila baca:

Cuci tangan darah Mina

Tipu Riyadh petaka Mina

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma pada 1 Maret 2017. Dia disambut oleh Presiden Joko Widodo. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman tidak pernah muncul di depan publik sejak dua hari sebelum Idul Adha

"Rekaman video Raja Salman meninggalkan rumah sakit pada hari Arafah adalah kunjungan sebelumnya ke dokter spesialis," kata sumber Albalad.co

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman keluar dari rumah sakit

Semua penjemput memakai masker kecuali Raja Salman.

Mahyor Jenderal Abdul Aziz Badah al-Fagham, pengawal prubadi Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Courtesy: Bandar al-Galud)

Raja Salman dikabarkan meninggal

Tenaga medis diisolasi agar tidak membocorkan informasi mengenai keadaan Raja Salman sebenarnya. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ketakutan umumkan kondisi kesehatan Raja Salman sebenarnya

Bin Salman memiliki banyak musuh dalam keluarga lantaran menangkapi kerabatnya sendiri.





comments powered by Disqus