kabar

Penggugat Bin Salman diancam dibunuh

Pihak keamanan Kanada menyebut ancaman pembunuhan itu datang dari agen-agen Arab Saudi.

09 Agustus 2020 13:50

Mantan pejabat intelijen Arab Saudi, Saad al-Jabri, menggugat Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman di pengadilan mendapat ancaman pembunuhan, seperti dilansir the Globe and Mail.

Sila baca: 13 hari setelah habisi Khashoggi, Bin Salman kirim tim buat bunuh pengkritiknya di Kanada

Surat kabar terbitan Kanada ini menulis pihak keamanan Kanada telah memberitahu usaha untuk menghabisi Al-Jabri, tinggal di lokasi dirahasikan di sekitar Toronto. mengutip seorang sumber mengetahui informasi itu, ancaman pembunuhan terhadap pria Saudi ini berasal dari agen-agen negara Kabah itu.

"Al-Jabri saat ini berada dalam perlindungan polisi bersenjata lengkap dan pengawal pribadi," tulis the Globe and Mail.

Dalam gugatannya Kamis lalu di Pengadilan Distrik Columbia, Amerika Serikat, Al-Jabri menuding Bin Salman mengirim satu tim ke Kanada untuk menghabisi dirinya, namun misi ini gagal. Al-Jabri menekankan dirinya menjadi target utama pembunuhan oleh Bin Salman lantaran mengetahui banyak kegiatan Bin Salman dapat merusak hubungannya dengan pemerintahan Presiden Donald Trump dan mengganjal langkahnya menjadi rasa Saudi.

Juru bicara Kementerian Keamanan Publik Kanada Mafry-Liz Power mengungkapkan aparat keamanan mengetahui ada aktor-aktor asing berupaya mengawasi, mengintimidasi, atau mengancam warga Kanada dan orang-orang menetap di negara itu. "Tindakan ini tidak dapat diterima dan kami tidak akan pernah membiarkan orang asing mengancam keamanan nasional Kanada atau keselamatan warga negara dan penduduk Kanada," katanya.

Arab Saudi pernah meminta Kanada untuk mendeportasi Al-Jabri tapi permohonan ini ditolak. Interpol juga tidak mamu memasukkan nama Al-Jabri dalam daftar buronan internasional.

Al-Jabri meninggalkan Arab Saudi pada 2017 sebelum bosnya, Pangeran Muhammad bin Nayif, disingkirkan Bin salman dari jabatannya sebagai putera mahkota sekaligus menteri dalam negeri.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Dibekuk pasukan loyalis Bin Salman tahun lalu, nasib anak Raja Abdullah belum diketahui

Pangeran Faisal bin Abdullah ditahan sejak 27 Maret 2020.

Pangeran Turki bin Abdullah, putra ketujuh dari mendiang Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. (Saudi Leaks)

Bin Salman tahan anak Raja Abdullah sejak 2017, pihak keluarga baru sekali menjenguk

Bin Salman juga berusaha merampas dana milik Yayasan Raja Abdullah senilai US$ 20-30 miliar. 

Mantan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Nayif. (Arab News)

Disiksa dalam tahanan, mantan putera mahkota Saudi sudah susah untuk berjalan

Bin Nayif ditahan bareng 19 pangeran Saudi lainnya, termasuk adik dari Raja Salman, sejak Maret tahun lalu.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Jamal Khashoggi akui Saudi adalah penyebar ajaran Islam tidak toleran dan ekstrem

Khashoggi bilang, "Apakah negara saya (Arab Saudi) bertanggung jawab karena membiarkan dan bahkan mendukung radikalisme?" Ya dan mereka mesti bertanggung jawab atas hal itu."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bin Zayid undang perdana menteri Israel untuk berkunjung ke UEA

Undangan berkunjung bagi Bennett itu disampaikan dua pekan jelang lawatan Presiden Joko Widodo ke UEA, dijadwalkan datang pada 3-4 November. 

20 Oktober 2021

TERSOHOR