kabar

Pengusaha Israel: Sudah saatnya Indonesia buka hubungan diplomatik dengan Israel

Timur Tengah baru ingin bersekutu dengan Israel lantaran negara Bintang Daud ini penghulu hampir di semua sektor: teknologi, pertanian, air, energi, perdagangan, perbankan, dan keamanan.

16 Agustus 2020 02:25

Pengusaha Israel sekaligus perintis hubungan dagang Indonesia-Israel, Steve Stein, menekankan sudah saatnya Indonesia membina hubungan diplomatik dengan negara Zionis itu.

Menurut Stein, sudah menjalin hubungan dengan pengusaha dan tokoh-tokoh di Indonesia sejak 1992, termasuk dengan mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, hubungan Indonesia-Israel sejatinya sudah lama berlangsung diam-diam, yakni sedari zaman Presiden Soeharto. "Sekaranglah saatnya untuk terbuka dengan menjalin hubungan diplomatik," kata Stein kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp hari ini. "Hubungan resmi ini bukan hal mustahil dan dapat berlangsung."

Stein adalah penggagas bantuan kemanusiaan terhadap warga Aceh setelah dihantam tsunami pada akhir Desember 2004.

Imbauan Stein ini muncul tiga hari setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan tercapainya perjanjian damai dengan Israel. UEA menjadi negara berpenduduk mayoritas muslim keempat mengakui Israel setelah Turki, Mesir, dan Yordania.

Stein menekankan Timur Tengah sekarang sudah berubah. Negara-negara Arab tidak lagi menganggap Israel sebagai musuh. Kedua pihak pernah tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1967, dan 1973.

Timur Tengah baru ingin bersekutu dengan Israel lantaran negara Bintang Daud ini penghulu hampir di semua sektor: teknologi, pertanian, air, energi, perdagangan, perbankan, dan keamanan.

Stein memahami Indonesia dan Israel bisa berbeda pandangan dalam isu-isu politik, termasuk masalah Palestina, namun dapat bekerjasama di bidang-bidang saling menguntungkan. "Cukup banyak orang Indonesia bertahun-tahun mendambakan pemerintah mereka akan berhubungan erta dengan Israel, sehingga membuka peluang untuk bepergian ke sana secara bebas, mengejar pendidikan lebih tinggi, dan mengambil manfaat dari beragam teknologi terbaik dimiliki Israel seperti akan diperoleh UEA," ujarnya.

Dia menjelaskan Israel menganggap penting Indonesia karena merupakan negara adikuasa di Asia tenggara, memiliki tenaga kerja sangat banyak, dan sumber daya alam melimpah. Sebaliknya, Indonesia membutuhkan Israel untuk dapat berpengaruh di Timur Tengah dan menjadi jalan untuk makin memperkuat relasi dengan Amerika Serikat, sekutu istimewa Israel.

"Indonesia memerlukan Israel untuk menggaet investasi," tutur Stein. "Indonesia membutuhkan Israel buat memperoleh keuntungan di bidang teknologi, pertanian, dan air."

Meski begitu Stein mengakui sangat sulit mewujudkan hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Sebab masih banyak kalangan muslim menolak.

 

Steve Stein, pengusaha Israel menjadi fasilitator bagi program pelatihan dan beasiswa bagi orang-orang Indonesia ke Israel. (Steve Stein buat Albalad.co)

Pejabat Israel: Kami sangat ingin menormalisasi hubungan dengan Indonesia

Indonesia dan Israel akhir tahun lalu terlibat dalam pembicaraan untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral secara lebih terbuka.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett. (tabletmag.com)

Parlemen Israel akan temui Perdana Menteri Bennett bahas isu relasi dengan Indonesia

Dia mendukung jika kerjasama ekonomi kedua negara dapat dilakukan secara lebih terbuka ketimbang yang berjalan selama ini. 

Menteri Luar Negeri Maroko Nasir Burithah (kanan) mengadakan jumpa pers bersama tamunya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, di Ibu Kota Rabat, 11 Agustus 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Parlemen Israel dorong pemerintahan Bennett untuk dekati Indonesia

"Kami memiliki banyak teknologi mutakhir dapat bermanfaat bagi Indonesia," ujar Ben Barak. 

Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel Ron Prosor (berjas dan berdasi) berpose dengan latar barang-barang bantuan kemanusiaan dari Israel untuk korban tsunami Aceh di Bandar Udara Hang Nadim, Batam, 11 Januari 2005.(Albalad.co)

Eks menteri Israel: Tidak ada alasan Indonesia-Israel tidak jalin hubungan formal

Melalui Amerika Serikat sebagai fasilitator, upaya untuk meningkatkan hubungan ekonomi secara terbuka antara Indonesia dan Israel dilakukan akhir tahun lalu.





comments powered by Disqus