kabar

Bin Salman batalkan rencana pertemuan dengan Netanyahu di Washington DC

Pertemuan dijadwalkan berlangsung awal bulan depan. Bin Salman sudah membeli empat rumah untuk tempat dia dan anggota rombongannya menginap.

26 Agustus 2020 02:32

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman membatalkan rencana pertemuan dengan Perdana Mentefri israel Benjamin Netanyahu. Agenda ini dijadwalkan berlangsung awal bulan depan di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat.

Sejumlah sumber mengungkapkan kepada Middle East Eye, Ttanggal kedatangan Bin Salman ke Washington DC juga sudah disetujui dan im protokler sudah dikirim ke sana.

Anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz ini direncanakan tiba di Amerika pada 31 Agustus, setelah berakhirnya konvensi Partai Republik. Itu bakal menjadi lawatan Bin Salman kedua setelah aret 2018 dia berkunjung selama tiga pekan ke Amerika.

Presiden Amerika Donald Trump bareng penasihat urusan Timur Tengah sekaligus mantunya, Jared Kushner, adalah dua orang mendorong dan mengatur agar pertemuan Bin Salman-Netanyahu dapat terwujud. Kushner memang berteman baik dan menjadi mentor bagi Bin Salan dan Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan.

Namun yang belum disetujui adalah apakah pertemuan kedua pemimpin itu direkam baru kemudian diumumkan ke publik atau dilakukan secara langsung di depan wartawan.

Pemerintah Saudi melalui Menteri Luar negeri Pangeran Faisal bin Farhan sudah menegaskan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel sebelum Palestina merdeka. Tapi rencana pertemuan Bin Salman-Netanyahu mengisyaratkan sebaliknya: penguasa negara Kabah ingin berdamai dengan negara Zionis itu.

Bin Salman tidak ingin menginap di Kedutaan Besar Arab Saudi atau kediaman resmi Duta Besar Arab Saudi Puteri Rima binti Bandar bin Sultan bin Abdul Aziz, duta besar perempuan pertama Arab Saudi. Dia khawatir kedua loasi itu akan menjadi sasaran unjuk rasa.

Karena itu, Bin Salman membeli empat rumah di sebuah lokasi dirahasiakan untuk tepat ebrmalam dirinya dan anggota rombongan.

Namun Bin Salman Sabtu pekan lalu akhirnya memutuskan tidak jadi bertemu Netanyahu. Dia memperoleh laporan rencana pertemuan itu sudah bocor.

Bin Salman sudah memberi dua syarat untuk bersedia bertemu Netanyahu, yakni lawatannya harus benar-benar dirahasiakan dan pertemuan dengan pemimpin kontroversial Israel itu baru boleh diketahui media ketika berlangsung.

Kedua syarat itu diajuka dengan kalkulasi banyak anggota Kongres Amerika anti- Bin Salman tidak memiliki cukup waktu untuk membikin pernyataan. Juga para aktivis menuntut Bin Salman diadii atas pembunuhan Jamal Khashoggi, klumnis surat kabar the Washington Post, dan para pengacara dari mantan pejabat intelijen Saudi Saad al-Jabri - kini bersembunyi di Kanada - tidak siap mengajukan gugatan hukum terhadap Bin Salman.

Trump dan Kushner sangat ingin agar pertemuan Bin Salman-Netanyahu terlaksana tapi Bin calon raja kedelapan Saudi itu telah memutuskan tidak.

 

 

 

 

 

 

Putera Mahkkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk datang berkunjung ke negara Arab Teluk itu. Undangan itu dia sampaikan saat berbicara dengan Netanyahu lewat telepon pada 23 November 2020. (crownprince.bh)

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

Jet pribadi mengangkut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen terbang ke Kota Neom, Arab Saudi, untuk mengadakan pertemuan dengan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pada 22 November 2020. (Twitter)

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

Lujain al-Hazlul, aktivis Arab Saudi ditahan sejak Mei 2018. (Facebook)

Adik Bin Salman ancam perkosa dan bunuh aktivis perempuan ditahan

Mereka juga dipaksa mencium atau melakukan adegan seksual terhadap sang pemeriksa. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Netanyahu akan bertemu menteri luar negeri Bahrain di Yerusalem

Kedua negara diperkirakan akan menandatangani perjanjian mengenai penerbangan sipil dan pembukaan kedutaan besar masing-masing negara.





comments powered by Disqus