kabar

Bin Salman tangkap lagi anggota keluarga Saad al-Jabri

Sehingga sudah empat kerabat Al-Jabri ditahan, yakni dua anaknya, abangnya, dan kini mantunya.

27 Agustus 2020 02:14

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kembali menangkap seorang anggota keluarga Saad al-Jabri, mantan pejabat intelijen sekaligus orang kepercayaan dari eks Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

Melalui keterang tertulis diunggah di akun Twitternya hari ini, Khalid al-Jabri, putra dari Saad al-Jabri, mengungkapkan pasukan keamanan Saudi telah menahan Salim al-Muzaini tanpa tuduhan atau dasar hukum jelas Senin lalu.

"Keberadaan Salim saat ini tidak diketahui," kata Khalid. "Penangkapan Salim tentu saja sebuah upaya untuk mengintimidasi dan memeras ayah saya, Dr. Saad al-Jabri."

Khalid menceritakan setelah ditelepon seorang personel keamanan negara Saudi, Salim Senin pagi lalu mendatangi kantor keamanan negara di Ibu Kota Riyadh. Sejak saat itu dia tidak lagi terlihat atau terdengar kabarnya.

Salim sudah pernah mengalami siksaan oleh orang-orang suruhan Bin Salman. Pada 2017, diterbangkan dari Uni Emirat Arab (UEA) ke Arab Saudi. Setiba di tanah airnya, dia disiksa dan baru dibebaskan Januari 2018 setelah semua tabungannya dirampas. Sehabis itu dia juga dilarang bepergian keluar negeri padahal istri dan anak-anaknya menetap di Kanada.

Salim menjadi anggota keluarga Al-Jabri ditahan Bin Salman setelah kedua anaknya - Umar dan Sarah - serta satu abangnya Maret lalu. Penangkapan ini sebagai bagian dari upaya Bin Salman memaksa Al-Jabri pulang ke Saudi.

Sila baca: Buat paksa pembangkang pulang, Bin Salman tangkap dua anaknya

Al-Jabri awal bulan ini menggugat Bin Salman ke pengadilan di Amerika dan menuding anak dari Raja Salman bin Abdul Aziz itu mencoba membunuh dirinya.

Sila baca:

13 hari setelah habisi Khashoggi, Bin Salman kirim tim buat bunuh pengkritiknya di Kanada

Buru Jabri incar dokumen

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman tangkap mantu Raja Abdullah atas tuduhan rencanakan kudeta

Sejak menjabat putera mahkota, Bin Salman getol menangkapi kerabatnya dianggap sangat berpengaruh dan bisa mengganjal ambisinya menuju singgasana. Keluarga mendiang Raja Fahad dan Raja Abdullah termasuk menjadi sasaran.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat menyampaikan strategi baru PIF (Dana Investasi Pemerintah) untuk periode 2021-2025. . (Saudi Gazette)

Nasib Bin Salman, naik takhta atau terdepak

Sejak dia masuk jalur suksesi pada April 2015, dua putera mahkota tersingkir.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.





comments powered by Disqus