kabar

Dengan alasan Covid-19, Arab Saudi perlakukan ratusan imigran Ethiopia seperti binatang dalam kamp

Mereka jarang mendapat cukup makan dan minum. Mereka dipukuli saban hari. Banyak yang bunuh diri dan menjadi gila.

31 Agustus 2020 08:55

Dengan alasan agatr tidak menularkan virus corona Covid-19, pemerintah Arab Saudi mengurung ratusan imigran asal Afrika, terutama Ethiopia, dalam kamp-kamp dan diperlakukan secara keji, seperti dilansir hasil investigasi surat kabar the Sunday Telegraph kemarin.

Foto-foto diambil menggunakan kamera telepon seluler menunjukkan lusinan lelaki kurus dan tidak berbaju berbaring di lantai karena kegerahan. Mereka berdesakan dalam ruangan-ruangan kecil tidak berjendela.

Bahkan dalam sebuah foto terlihat satu mayat dibungkus kantong jenazah berwarna ungu dan putih digeletakkan begitu saja di tengah kamar dijejali puluhan imigran Ethiopia. Mereka bilang jenazah itu meninggal karena tidak kuat menahan hawa panas. Sedangkan yang lain berjuang untuk bertahan hidup lantaran jarang mendapat cukup makan dan minum.

Satu foto lain menunjukkan seorang pemuda Afrika tewas gantung diri. Teman-temannya bilang dia nekat melakni hal itu karena merasa tidak ada harapan lagi. Kebanyakan dari imigran Ethiopia ini sudah mendekam dalam tahanan dan diperlakukan seperti binatang sejak April lalu, sebulan setelah wabah Cvid-19 memasuki Arab Saudi.

Beberapa imigran Ethiopia itu memperlihatkan parut luka di punggung mereka lantaran kerap dipukuli sambil dihina oleh para penjaga. "Di sini seperti neraka. Kami diperlakukan bak binatang dan dipukuli saban hari," kata Abebe, lelaki Ethiopia sudah mendekam dalam salah satu kamp lebih dari empat bulan.

Dia bercerita para penjaga kerap memukuli imigran-imigran Ethiopia memakai cambuk atau kabel. "Kalau tidak ada peluang buat kabur, saya bakal bunuh diri. Yang lain sudah melakukan itu," ujarnya.

Selama satu dekade lalu, puluhan ribu pemuda Ethiopia mengadu nasib ke Arab Saudi dengan bantuan agen-agen perekrut di negara Kabah itu dan para penyelundup. Tapi mereka kini terjebak oleh pandemi Covid-19 dan program Saudisasi diluncurkan oleh Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman.

The Sunday Telegraph emmperoleh kesaksian para imigran Ethiopia ini melalui palikasi ternekripsi. Mereka ditahan di kamp-kamp di wilayah selatan Arab Saudi.

Seorang penghuni kamp mengatakan banyak tahan bunuh diri atau menjadi gila lantaran tidak tahan diperlakukan secara biadab oleh para penjaga. Seorang pemuda berumur 16 tahun bulan lalu juga meninggal gantung diri. "Para penjaga lalu melempar mayatnya keluar seperti sampah," tuturnya.

Pemerintah Arab Saudi memang khawatir kaum imigran hidup berjejalan dalam penampungan akan menjadi sebab penularan Covid-19. Di sepuluh hari pertama April lalu, Saudi mendeportasi tiga ribu warga Ethiopia. Sekitar 200 ribu lainnya sejatinya akan dideportasi namun kebijakan ini dihentikan lantaran tekanan internasional.

Saudi memang sduah lama mengeksploitasi pekerja migran dari Afrika dan Asia. Mereka hanya diberikan pekerjaan kasar dan membutuhkan banyak tenaga.

Suasana jamaah bertawaf di Kabah pada Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Arab Saudi segera izinkan umrah buat penduduk setempat

Haji musim ini, digelar akhir Juli hingga awal Agustus lalu, hanya diikuti 950 jamaah saja dari biasanya sekitar 2,5 juta orang saban tahun.

Jalan di sekitar Masjid Al-Haram, Kota Makkah, lengang dari kendaraan sejak Arab Saudi memberlakukan jam malam pada 23 Maret 2020. (Haramain Info)

Ketambahan 1.372 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 299.914 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah naik menjadi 30.083 orang, termasuk 605 meninggal.

Suasana di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, setelah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz memerintahkan isolasi terhadap kota Makkah, Madinah, Riyadh pada 25 Maret 2020. (Haramain Info)

Jumlah pengidap Covid-19 di Makkah tembus 30 ribu orang

Riyadh, Jeddah, Makkah, dan Dammam merupakan empat kota dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak di Arab Saudi.

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (alriyadh.com)

Ketambahan 1.383 kasus baru, jumlah penderita Covid-19 di Saudi jadi 295.902 orang

Pengidap Covid-19 di Makkah melonjak menjadi 29.898 orang, termasuk 584 meninggal.





comments powered by Disqus