kabar

Bahrain memang kebelet berdamai dengan Israel

Beberapa jam setelah UEA dan Israel mencapai kesepakatan menormalisasi hubungan, seorang pejabat senior Bahrain menelepon Jared Kushner dan Avi Berkowitz dengan sebuah pesan: "Kami ingin menjadi yang selanjutnya."

13 September 2020 00:19

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Jumat malam waktu Washington DC atau kemarin dini hari di Jakarta mengumumkan Bahrain dan Israel telah mencapai kesepakatan untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel. Dalam sebulan, dua negara Arab berdamai dengan negara Zionis itu.

Bahrain, berpenduduk mayoritas muslim Syiah, sejatinya memang kebelet ingin berdamai dengan Israel. Sebab itu, beberapa jam setelah UEA dan Israel mencapai kesepakatan menormalisasi hubungan, seorang pejabat senior Bahrain menelepon Jared Kushner, penasihat utama Presiden Trump untuk urusan Timur Tengah, dan Avi Berkowitz, utusan khusus Trump buat perundingan internasional dengan sebuah pesan: "Kami ingin menjadi yang selanjutnya."

Bahrain dan Israel memang sudah lebih dari dua dekade menjalin hubungan secara rahasia. Menurut sejumlah sumber kepada Axios, sejak kesepakatan damai UEA-Israel pada 13 Agustus, pembahasan antara Bahrain, Amerika, dan Israel agar Bahrain ikut dalam gerbong perdamaian makin intensif.

Pembicaraan ini juga melibatkan penasihat keamanan nasional Amerika Robert O'Brien, utusan Amerika untuk Iran Brian Hook, Direktur Jenderal Timur Tengah di Dewan Keamanan Nasional Amerika Miguel Correa, pejabat Gedung Putih Adam Boehler, dan Duta Besar Amerika untuk Israel David Friedman.

Kushner, Berkowitz, dan tim mereka ditugaskan membahas rencana damai Bahrain-Israel dengan Putera Mahkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah, beberapa pejabat tingginya, dan duta besar Bahrian untuk Amerika.

Di pihak Israel, pembicaraan mengenai rencana damai Bahrain-Israel dipimpin oleh Duta Besar Israel untuk Amerika Ron Dermer dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ikut terlibat.

Tidak seperti kesepakatan UEA-Israel dirahasiakan hingga pengumuman keluar pada 13 Agustus, bahkan oleh Netanyahu sendiri terhadap koalisinya di pemerintahan, pembicaraan rencana damai Bahrain-Israel lebih terbuka. Ketika berkunjung ke Israel, Kushner dan Berkowitz memberitahu Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi soal itu.

Sehabis dari israel, Jushner dan delegasinya melanjutkan perjalanan ke Bahrain. "Sebelum ke sana, Kushner membeli dengan uangnya sendiri sebuah Trah untuk diberikan sebagai hadiah kepada raja Bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah.

Bahrain memang memiliki komunitas Yahudi dan sinagige di Ibu Kota Manama. Dalam pertemuan dengan raja Bahrian, Berkowitz menghadiahi Torah itu kepada sang penguasa.

Putera Mahkota bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah sejatinya sudah setuju namun dia meminta kelonggaran waktu sebelum kesepakatan dengan israel diumumkan. Menurut sejumlah pejabat Israel, Bahrain menunggu persetujuan dari Arab Saudi, negara sejak 2011 membantu melumat pemberontakan Syiah di Bahrain.

Tapi Gedung Putih, menurut seorang sumber, ingin kesepekatan damai Bahrain-Israel dicapai sebelum UEA dan israel menandatangani dokumen perjanjian pada 15 Sepetmber. Trump meyakini kalau dua negara Arab meneken perjanjian damai dengan israel di hari sama, pesannya ke kawasan dan dunia akan lebih kuat.

"UEA telah memecahes dan memberi jalan namun Bahrain berperan sangat penting dalam tiga tahun terakhir, terutama saat Manama menjadi tuan rumah konferensi menjadi bagian dari proposal damai Palestina-Israel versi Trump," ujar sumber itu.

Percakapan telepon bertiga antara Trump, Netanyahu, dan Syekh Hamad bin Isa akhirnya berakhir dengan kesepakatan damai Bahrain-Israel, hanya dalam 29 hari setelah UEA.

kedua negara sepakat membuka kedutaan besar, memulai penerbangan langsung Bahrain-Israel, bekerjasama di sektor kesehatan, bisnis, teknologi, pendidikan, keamanan, dan pertanian.

 

Khalid Yusuf al-Jalahma, duta besar pertama Bahrain buat Israel. (Bahrain Foreign Ministry)

Bahrain tunjuk duta besar pertamanya untuk Israel

Bahrain bareng Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu akan ke UEA dan Bahrain bulan depan

Israel sudah mengoperasikan kedutaan besarnya di Abu Dhabi dan Manama, serta konsulat jenderal di Dubai.

Delegasi dari Uni Emirat Arab dan Bahrain ikut perayaan hari suci Yahudi, Hanukkah, di Tembok Ratapan, kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur, Palestina. (The Western Wall Heritage Foundation)

Delegasi UEA dan Bahrain ikut rayakan hari suci Yahudi di Tembok Ratapan

Sehari sebelumnya, Presiden Israel Reuvel Rivlin menerima delegasi dari UEA dan Bahrain ini di kediaman resminya di Yerusalem. 





comments powered by Disqus