kabar

Arab Saudi restui Bahrain menjalin hubungan diplomatik dengan Israel

Saudi dan Bahrain pekan lalu mengizinkan wilayah udara mereka dilewati semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh dan sebaliknya.

14 September 2020 02:04

Sejumlah pihak meyakini keputusan Bahrain untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel diambil setelah mendapat restu dari Arab Saudi.

"Saya percaya Bahrain telah berkonsultasi dengan Arab Saudi mengenai keputusan ini (menjalin hubungan resmi dengan Israel) karena menghormati mereka," kata Rabbi Marc Schneier, salah satu teman dekat Raja Bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah, dalam wawancara khusus dengan Albalad.co melalui pesan WhatsApp semalam.

Dia menegaskan Bahrain sangat menghormati Saudi sehingga berknsultasi dengan pemerintah negara Kabah itu atas setiap perkembangan dari pembahasan rencana menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sila baca: Bahrain, Qatar, or Oman will be the next to normalise relations with Israel

Bahrain menjadi negara Arab keempat mengikat hubungan resmi dengan negara Zionis itu setelah Mesir pada 1979, Yordania (1994), dan Uni Emirat Arab (UEA). Hanya 29 hari bagi Manama untuk memutuskan bersedia membina hubungan dengan Israel setelah UEA mencapai kesepakatan serupa pada 13 Agustus.

Arab Saudi, negara dengan perekonomian terbesar di dunia Arab, sangat berjasa mendukung penguasa Bahrain buat melumat pemberontakan kaum Syiah - penduduk mayoritas di Bahrain - setelah revolusi Arab meletup pada 2011. Dua tahun lalu, Riyadh berjanji memberikan bantuan US$ 10 miliar untuk menolong Bahrain tengah dililit defisit.

Saudi dan Bahrain pekan lalu mengizinkan wilayah udara mereka dilewati semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh dan sebaliknya.

Sila baca: Arab Saudi dan Bahrain izinkan semua penerbangan dari Israel ke timur melintasi wilayah mereka

Hingga saat ini, Saudi masih bungkam soal kesepakatan damai Bahrain-Israel. Bahrain dan UEA dijadwalkan meneken perjanjian damai dengan Israel besok di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat.

 

Khalid Yusuf al-Jalahma, duta besar pertama Bahrain buat Israel. (Bahrain Foreign Ministry)

Bahrain tunjuk duta besar pertamanya untuk Israel

Bahrain bareng Uni Emirat Arab, Sudan, dan Maroko tahun lalu sepakat membina hubungan diplomatik dengan Israel. 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman bersedia bertemu Netanyahu di Abu Dhabi hari ini

"MBS (Muhammad bin Salman) siap buat bertemu Bibi (nama panggilan Netanyahu)," kata seorang sumber terpercaya di UEA.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Netanyahu telepon penggemarnya di Arab Saudi

Muhammad Saud menjadi satu-satunya warga Saudi secara terbuka lewat Twitter menyatakan menyukai Netanyahu dan Israel. Dia mengunjungi Israel pada 2019 bareng lima wartawan dari dua negara Arab lainnya.





comments powered by Disqus