kabar

Ikatan rahasia Bahrain-Israel

Raja Bahrain sudah dua kali bertemu perdana menteri Israel.

20 September 2020 13:45

Sebelum bareng Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani perjanjian menormalisasi hubungan dengan Israel Selasa lalu di gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat, Bahrain sudah menjalin hubungan diam-diam dengan negara Zionis itu sejak 1990-an.

Pada 1996, di sela Konferensi Para Pembuat Damai di Syarm asy-Syekh, Mesir, Raja Bahrain Syekh Hamad bin Isa al-Khalifah hanya bersalaman dengan Perdana Menteri Israel Shimon Peres.

Setelah bertahun-tahun pejabat tingkat rendah kedua negara menjalin kontak, Putera Mahkota Bahrain Syekh Salman bin Hamad al-Khalifah memuai diplomasi resmi lewat pertemuan dengan sejumlah pejabat Israel di sela Forum Ekonomi Dunia pada 2000 dan 2003.

Menteri luar negeri dari kedua negara kemudian menggelar pertemuan di sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kota New York, Amerika pada 2007.

Pada 2009, parlemen Bahrain tidak mengindahkan keberatan pemerintah dan tetap mengesahkan undang-undang melarang segala bentuk hubungan dengan Israel. Beleid ini perlaku restu Dewan Syura untuk bisa berlaku, namun badan bentukan Raja Hamad itu menolak.

Setahun berselang, Raja Hamad bin Isa kembali bertemu Perdana Menteri Shimon Peres di New York, juga di sela Sidang majelis Umum PBB. Juga di 2010, satu delegasi resmi Bahrain terbang kke Israel untuk membebaskan beberapa warganya ditahan karena ikut dalam kapal kemanusiaan Mavi Marmara ke Jalur Gaza diserbu pasukan elite angkatan laut Israel.

Ketika Revolusi Arab meletup pada 2011, upaya normalisasi melambat karena Bahrain menghadapi gelombang prtes dari rakyatnya mayoritas penganut Syiah.

Tapi pada September 2016, Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya mantan Perdana Menteri Israel Shimon Peres, pernah dua kali bertemu Raja Hamad bin Isa. Ucapan simpati Syekh Khalid itu kebanjiran kritikan sekaligus kecaman.

Satu tahun kemudian, delegasi Israel diizinkan mengikuti Kongres FIFA (Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional) di Ibu Kota Manama, Bahrain. Diplomasi olahraga kembali berperan setelah pereli Israel dibolehkan mengikuti balapan mobil di negara Arab Teluk itu.

Masih di 2017, Bahrain mengirim delegasi tokoh lintas agama ke Israel untuk mengkampanyekan tolerasni dan hidup berdampingan secara damai. Kunjungan ini berlangsung saat dunia Arab dan muslim marah karena Presiden Amerika Donald Trump mengakui Yerusalem ibu kota Israel.

Pada Mei 2018, Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahgmad al-Khalifah membela Israel dengan menyatakan negara Bintang Daud itu berhak membela diri atas segala serangan dari negara musuh.

Lalu di Juni 2019, Manama menjadi tuan rumah konferensi perdamaian untuk kesejahteraan membahas proyek-proyek ekonomi untuk membantu Palestina. Sebulan kemudian, menteri luar negeri dari kedua negara bertemu di Washington DC, dalam sebuah acara digelar di kantor Departemen Luar Negeri Amerika.

Hingga akhirnya pada 15 September lalu, Bahrain dan UEA meneken perjanjian untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel. Alhasil, sudah empat negara Arab mengakui eksistensi negeri Yahudi itu setelah mesir pada 1979 dan Yordania di 1994.

Konferensi membahas pembangunan ekonomi Palestina digelar di ibu Kota Manama, Bahrain, pada  25-26 Juni 2019. (BNA)

Bahrain dan Israel resmi membina hubungan diplomatik

Israel akan membuka kedutaan di Manama sebelum pergantian tahun.

Sinagoge di Ibu Kota Manama, Bahrain, satu-satunya rumah ibadah Yahudi di negara Arab Teluk tersebut. (Al-Arabiya)

Bahrain dan Israel hari ini akan teken kesepakatan untuk bina hubungan diplomatik

Komunike bersama itu akan menjadi payung bagi semua perjanjian bilateral akan ditandatangani beberapa bulan mendatang.

Gedung Bahrain World Trace Center di Ibu Kota Manama, Bahrain. (www.layoverguide.com)

Bos Mossad melawat ke Bahrain

Uni Emirat Arab dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat menjalin hubungan resmi dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania di 1994.

Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel, bertemu Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmad al-Khalifah di Washington DC, 17 Juli 2019. Keduanya membahas mengenai Iran. (Courtesy)

Israel kirim delegasi ke Bahrain

Lawatan ini berlangsung sehari setelah Netanyahu dan Syekh Salman berkomunikasi langsung melalui telepon.





comments powered by Disqus