kabar

Pertemuan segitiga digelar di Abu Dhabi hari ini buat bahas normalisasi hubungan Sudan-Israel

Sudan meminta tiga syarat: bantuan dana segera senilai lebih dari US$ 3 miliar, komitmen Amerika dan UEA untuk mendukung ekonomi Sudan selama tiga tahun, dan menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme.

21 September 2020 10:17

Sudan diyakini akan segera menormalisasi hubungan dengan Israel. Pertemuan segitiga antara Sudan-Amerika Serikat-Uni Emirat Arab (UEA) akan digelar hari ini di Ibu Kota Abu Dhabi, UEA.

Menurut sejumlah sumber di Sudan kepada Axios, dalam pertemuan itu Amerika bakal diwakili oleh Direktur Urusan Arab Teluk dan Timur Tengah di Dewan Keamanan Nasional Brigadir Jenderal Miguel Correa. Dia juga terlibat dalam penyusunan draf perjanjian normalisasi UEA-Israel, diteken di Gedung Putih Selasa pekan lalu.

UEA sebagai tuan rumah akan diwakili oleh penasihat keamanan nasional Syekh Tahnun bin Zayid an-Nahyan, ditunjuk oleh Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan untuk mengadakan pembicaraan denganb Israel.

Sedangkan Sudan akan diwakili oleh anggota pejabat sipil dan militer, termasuk kepala staf Perdana Menteri Abdullah Hamduk dan Menteri Kehakiman Nasruddin Abdul Bari, juga merupakan warga negara Amerika.

Pertemuan ini akan berlangsung di sela lawatan Ketua Dewan Transisi Sudan Letnan Jenderal Abdil Fattah al-Burhan ke Abu Dhabi. Dia dijadwalkan bertemu Bin Zayid untuk membahas normalisasi hubungan Sudan-Israel.

Pertemuan segitiga hari ini di Abu Dhabi merupakan kelanjutan dari beragam pertemuan rahasia antara Sudan dan Israel sejak Netanyahu bertemu Burhan di Uganda Februari lalu.

Sila baca:

Antre berdamai dengan Israel

Tawa Israel air mata Palestina

Sumber-sumber Sudan itu mengungkapkan pemerintahnya bersedia membina hubungan diplomatik dengan Israel dengan tiga syarat. Amerika dan UEA mau memberikan bantuan dana segera senilai lebih dari US$ 3 miliar buat kemanusiaan dan menambah anggaran belanja untuk mengatasi krisis ekonomi dan bencana banjir.

Amerika dan UEA juga harus berkomitmen memberikan bantuan ekonomi kepada Sudan selama tiga tahun ke depan atau hingga 2023. Washington DC mesti menghapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme.

Isu normalisasi hubungan Sudan-Israel dibahas dalam pertemuan Netanyahu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo di Washington DC Selasa pekan lalu. Netanyahu mendrong pemerintah Trump agar memberikan bantuan ekonomi diminta Sudan sebagai syarat Sudan membina hubungan resmi dengan Israel.

Pompeo mendukung permintaan Sudan agar negaranya dihapus dari daftar pendukung terorisme versi Amerika. Dia telah menetapkan batas waktu penghapusan akhir Oktober mendatang.

Namun untuk itu, Sudan harus membayar kompensasi senilai US$ 300 juta kepada keluarga warga Amerika menjadi korban dalam serangan teroris terhadap sejumlah Kedutaan Besar Amerika di Afrika pada 1998 dan atas kapal induk USS Cole dua dasawarsa lalu.

Di samping itu, Senat Amerika perlu mengesahkan rancangan undang-undang isinya menetapkan Sudan bukan lagi negara penyokong terorisme dan memberikan kekebalan terhadap Sudan dari gugatan hukum oleh warga Amerika di masa mendatang.

Pompeo sudah menekan senator dari partai Republik dan Demokrat agar meloloskan draf beleid itu lewat pemungutan suara paling lambat pertengahan bulan depan.

Menurut sumber-sumber Sudan, Hamduk tadinya tidak setuju upaya normalisasi hubungan dengan israel, sekarang berubah haluan. Dia meyakini perjanjian untuk membina hubungan diplomatik dengan Israel bakal menguntungkan negaranya. Hamduk sudah merestui Burhan untuk membahas hal itu dengan Israel asal ketiga syarat itu dipenuhi.

Sila baca:

Selamat tinggal Palestina

Arab Saudi siap berdamai dengan Israel

 

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Sudan dan Israel sepakat berdamai

"Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai," kata Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Delegasi Israel dua hari terakhir kunjungi Sudan secara rahasia

Sejak 2014, hubungan Sudan dengan Iran menjadi dingin setelah negara Arab di Afrika itu lebih akrab dengan Arab Saudi dan UEA.





comments powered by Disqus