kabar

Arab Saudi terbitkan prosedur umrah saat pandemi

Hanya negara dengan kasus Covid-19 per hari dalam jumlah kecil boleh mengirim jamaah umrah.   

30 September 2020 06:54

Pemerintah Arab Saudi telah menerbitkan prosedur mesti dijalani bagi jamaah ingin berumrah. 

Jamaah harus mendaftar di lewat aplikasi I'tamarna milik Kementerian Haji dan Umrah serta Tawakkalna kepunyaan Kementerian Kesehatan. Kedua aplikasi ini sufah tersedia di Apple dan segera menyusul di Android.

Saat mendaftar di Tawakkalna, calon jamaah umrah harus melampirkan bukti hasil tes usap PCR menunjukkan tidak terinfeksi virus corona Covid-19. 

Di formulir pendaftaran, calon jamaah umrah harus memilih waktu diinginkan untuk berumrah dan salat di Masjid Al-Haram atau Masjid Nabawi. Calon jamaah umrah juga sudah mesti memesan kamar hotel di Makkah. 

Setelah mendapat izin, calon jamaah umrah dari luar Kota Makkah berkumpul di lokasi penjemputan di Makkah, tempat akan ditentukan kemudian. Jamaah mesti menunjukkan izin umrah sesuai tanggal dipilih. 

Sedangkan jamaah umrah asal Kota Makkah memarkir mobilnya di lokasi telah ditentukan di sekitar Masjid Al-Haram. 

Selama pelaksanaan umrah, semua jamaah dan petugas wajib mematuhi Protokol Covid-19, yakni memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. 

Saudi mengizinkan umrah dalam tiga tahap, yakni tahap pertama (4-17 Oktober), tahap kedua (18-31 Oktober), dan tahap ketiga (mulai 1 November).  Ditahap pertama dan kedua khusus bagi penduduk negara Kabah (warga Saudi dan ekspatriat).

Sila baca: Arab Saudi izinkan jamaah dari luar negeri beeumrah mulai 1 November

Baru di tahap ketiga jamaah dari luar negeri diizinkan berumrah, namun tidak semua negara. Hanya negara dengan kasus Covid-19 per hari dalam jumlah kecil boleh mengirim jamaah umrah. 

 

 

 

 

 

Gubernur Provinsi Makkah, Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Faisal bin Abdul Aziz, bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah bin Sulaiman Masyath. (Twitter)

Haji tahun ini hanya untuk 60 ribu penduduk Saudi saja

Mereka diizinkan berhaji adalah yang berumur 18-65 tahun dan tidak terinfeksi virus Covid-19. 

Salinan rilis dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (Albalad.co)

Saudi berencana umumkan kuota haji pekan depan

Angka 60 ribu dilansir Kementerian Kesehatan Saudi bukan kuota resmi.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.

Jamaah haji dari seluruh dunia melaksanakan salat di Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, Agustus 2017. (Arab News)

Saudi kemungkinan umumkan jadi tidaknya haji pada 6 syawal

Meningkatnya kasus Covid-19 di Saudi saban hari, angkanya seribuan orang, memicu kekhawatiran haji akan digelar seperti tahun lalu. 





comments powered by Disqus