kabar

Menteri luar negeri UEA dan Israel kunjungi monumen peringatan pembantaian Yahudi

Lawatan ke monumen itu atas inisiatif Syekh Abdullah bin Zayid. Dia menjadi pejabat Arab pertama mengunjungi monumen peringatan Holocaust.

07 Oktober 2020 01:38

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Abdullah bin Zayid an-Nahyan dan Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi kemarin mengunjungi monumen peringatan Holocaust (pembantaian kaum Yahudi oleh pasukan Nazi Jerman di Perang Dunia Kedua) di Ibu Kota Berlin, Jerman.

Lawatan ini dilakukan di sela pertemuan khusus antara Syekh Abdullah bin Zyid dengan Ashkenazi digelar di Berlin atas inisiatif Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas. Itu merupakan kunjungan pertama dilakoni pejabat tinggi dari negara Arab ke monumen peringatan Holocaust.

Januari lalu, ulama Arab Saudi sekaligus Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Isa melawat ke kamp Auschwitz, bekas lokasi pembantaian orang Yahudi oleh Nazi, di Austria. Syekh Abdul Karim memimpin delegasi ulama dan tokoh muslim dari berbagai negara.

Sila baca: Ulama Saudi pimpin salat dan doa bagi arwah kaum Yahudi dibantai Nazi

Kunjungan ke monumen peringatan Holocaust itu merupakan gagasan dari Syekh Abdullah bin Zayid, seperti dilansir situs berita Walla. Di buku tamu, dia menulis dasar dari pembentukan UEA adalah menghargai perbedaan, hidup berdampingan secara damai, dan toleransi. "Holocaust jangan pernah terulang lagi," kata Syekh Abdullah bin Zayid di bagian akhir pesannya.

Pertemuannya dengan Ashkenazi ini merupakan tatap muka pertama menteri luar negeri dari kedua negara sejak menandatangani perjanjian normalisasi hubungan. Syekh Abdullah bin Zayid dan Ashkenazi membahas kerjasama perdagangan dan wisata, serta isu keamanan.

UEA bareng Bahrain pada 15 September meneken perjanjian buat membina hubungan diplomatik dengan Israel. Momen bersejarah ini berlangsung di Gedung Putih, Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat. UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat menjalin relasi resmi dengan negara Zionis itu setelah Mesir pada 1979 serta Yordania di 1994.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

UEA resmikan kedutaannya di Tel Aviv

Kosovo menyusul pada 1 Februari tahun ini dan membuka kedutaannya di Yerusalem sebulan kemudian. 

Undangan acara peresmian Kedutaan Besar Uni Emirat Arab di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, pada 14 Juli 2021. (Albalad.co/Supplied)

UEA akan resmikan kedutaannya di Tel Aviv Rabu pekan ini

Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan hadir dalam peresmian itu. 

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid (kanan) saat meresmikan Konsulat Jenderal Israel di Dubai, Uni Emirat Arab, 30 Juni 2021. (Shlomi Amsalem/GPO)

Lima ribu warga Israel dapat kewarganegaraan UEA

Para pengguna Twitter mencemaskan kalau makin banyak orang Israel menjadi warga UEA bisa mengancam identitasnya sebagai negara Arab dan islami. 





comments powered by Disqus