kabar

Arab Saudi biarkan warganya berkampanye soal normalisasi hubungan dengan Israel

"Menunggu dengan tidak sabar sampai perdamaian datang antara kedua negara kita," kata Saud. "Tuhan, jawablah doaku."

15 Oktober 2020 10:48

Pemerintah Arab Saudi membiarkan warganya berkampanye mengenai normalisasi hubungan dengan Israel. Satu warga Saudi tersohor getol mendukung negara Zionis itu adalah narablog bernama Muhammad Saud.

Melalui Twitter, penggemar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu aktif menyuarakan kepentingan Israel dan perlunya Saudi-Israel membina hubungan diplomatik. Dia kemarin dua kali menulis dalam bahasa Arab dan Ibrani, dilengkapi gambar bendera Saudi bersebelahan dengan bendera Israel.

"Menunggu dengan tidak sabar sampai perdamaian datang antara kedua negara kita," kata Saud. "Tuhan, jawablah doaku."

Tiga hari sebelumnya, pemuda 30-an tahun tinggal di Ibu Kota Riyadh ini juga menulis harapan serupa, dengan unggahan gambar bendera Saudi dan Israel. "Hati saya membawa saya untuk melihat perdamaian di Timur Tengah, terutama antara kedua negara kita," ujar Saud. "Tuhan, jangan kecewakan keinginanku."

Saud sudah menggunakan Twitter sejak Maret 2018, sembilan bulan setelah Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota Arab Saudi, dan kini memiliki pengikut sekitar 31 ribu orang. Cuita-cuitannya pro-Israel mendapat sokongan dari warga Yahudi dan Israel, namun kerap dicemooh oleh warga Arab dan muslim lainnya.

Dia belajar bahasa Ibrani secara otodidak. Dia juga sering menyanyikan lagu-lagu bahasa Ibrani, termasuk lagu pujian bagi penganut Yudaisme.

Saud bareng lima wartawan dari Irak dan Yordania Juli tahun lalu diundang mengunjungi Israel. Di sela lawatannya ke negeri BinTang Daud itu, mereka diterima Netanyahu di kantornya di Yerusalem.

Pada Desember 2019, di tengah kegiatannya berkampanye untuk pemilihan ketua Partai Likud, Netanyahu menghubungi Saud melalui aplikasi telepon video FaceTime.

Sila baca:

Wartawan Arab Saudi kunjungi Israel

Netanyahu telepon video dengan narablog Arab Saudi

 Melihat pengalaman Muhammad Saud, warga Saudi blak-blakan mendukung Israel dan mengkampanye normalisai hubungan Saudi-Israel, menunjukkan negara Kabah itu tidak alergi dengan segala sesuatu berkaitan dengan Israel. Perubahan ini terjadi setelah Bin Salman menjadi putera mahkota sekaligus pemimpin de facto Saudi.

Awal bulan lalu, imam Masjid Al-Haram Syekh Abdurrahman as-Sudais juga memberi isyarat merestui negeri Dua Kota Suci ini menjalin hubungan resmi dengan negara Yahudi itu, tidak diam-diam seperti selama ini.

Sila baca:

Imam Masjid Al-Haram isyaratkan restui Arab Saudi membina hubungan diplomatik dengan Israel

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Bos Mossad: pengumuman normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel setelah pemilihan presiden Amerika

Hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman: Saya bisa dibunuh kalau berbaikan dengan Israel

Ketakutan itu dia sampaikan kepada Haim Saban, konglomerat Yahudi berkewarganegaraan Israel dan Amerika, ketika keduanya bertemu.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi restui Bahrain menjalin hubungan diplomatik dengan Israel

Saudi dan Bahrain pekan lalu mengizinkan wilayah udara mereka dilewati semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh dan sebaliknya.

Syekh Abdurrahman as-Sudais, Imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi. (Youtube)

Imam Masjid Al-Haram isyaratkan restui Arab Saudi membina hubungan diplomatik dengan Israel

Syekh Sudais menyebutkan beberapa contoh Nabi Muhammad berhubungan baik dengan orang-orang Yahudi.





comments powered by Disqus