kabar

Amerika akan hapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel.

20 Oktober 2020 02:41

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Senin malam waktu setempat (pagi hari ini waktu Jakarta) mengumumkan akan menghapus Sudan dari daftar negara penyokong terorisme. Kebijakan itu diambil setelah pemerintah Sudan bersedia membayar kompensasi senilai US$ 335 juta kepada keluarga korban terorisme asal Amerika.

Pengumuman Trump melalui Twitter ini merupakan bagian dari kesepakatan lebih besar yakni, normalisasi hubungan Sudan dengan Israel. Para pejabat Sudan, Israel, dan Amerika mengungkapkan kesepakatan soal normalisasi hubungan kedua negara itu diperkirakan diumumkan pekan ini.

Perdana Menteri Sudan Abdallah Hamduk mengatakan penghapusan Sudan dari daftar negara pendukung terorisme merupakan sokongan terkuat terhadap proses transisi Sudan ke arah demokrasi dan rakyat Sudan. "Saya harus mengulangi sekali lagi, kami adalah bangsa mencintai perdamaian dan tidak pernah mendukung terorisme," ujarnya melalui Twitter.

Penetapan Sudan sebagai negara pendukung terorisme sejak 1993, lantaran menampung para pentolan Al-Qaidah, membikin negara Arab di Benua Afrika itu kesuitan memperoleh akses terhadap investasi asing. Karena itulah penghapusan Sudan dari daftar hitam ini menjadi agenda utama pemerintahan transisi setelah Presiden Umar al-Basyir lengser.

Sejumlah pejabat Sudan bilang kepada Axios, pemerintahnya akan mentransfer fulus kompensasi itu ke rekening telah ditetapkan Amerika. Sehabis uang masuk, Trump bakal menandatangani surat perintah untuk mengahpus Sudan dari daftar buatan Departemen Luar Negeri Amerika itu. "Keadilan bagi warga Amerika dan langkah besar untuk Sudan!" kata Trump lewat Twitter.

Langkah selanjutnya, menurut para sumber itu, Senat Amerika akan mengesahkan rancangan undang-undang melindungi Sudan dari gugatan keluarga korban terorisme di pengadilan Amerika pada masa mendatang.

Khartum mengharapkan Washington DC bakal mengumumkan paket bantuan bagi Sudan dalam beberapa hari lagi. Paket ini termasuk uang, tepung gandum, obat-obatan, dan minyak. Juga komitmen Trump untuk menggenjot investasi swasta di Sudan dan buat menggelar konferensi penggalangan dana bagi Sudan.

Pengumuman Trump itu keluar dua bulan setelah proses perundingan antara para pemimpin Sudan dengan pejabat dari Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri Amerika.

Pemerintahan transisi Sudan memang terbelah soal isu normalisasi hubungan dengan Israel. Ketua Dewan Transisi Letnan Jenderal Abdil Fattah al-Burhan, bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Februari lalu di Uganda, mendukung hal ini. Sedangkan Perdana Menteri Abddullah Hamduk bersedia dengan syarat ada bantuan sebesar US$ 3 miliar bagi Sudan.

Selama beberapa pekan, Hamduk kukuh menentang proposal Amerika meski ditekan oleh Amerika, Uni Emirat Arab (UEA), dan Al-Burhan. Tapi beberapa hari belakangan, menurut beberapa sumber di Sudan, Hamduk berubah pikiran setelah diyakinkan negaranya dihapus dari daftar pendukung terorisme dan memperoleh paket bantuan ekonomi.

Kalau segala masalah sudah dibereskan, kata sejumlah sumber di Israel, kesepakatan normalisasi hubungan Sudan-Israel bakal dimulai melalui pembicaraan telepon antara Trump, Al-Burhan, Hamduk, dan Netanyahu.

 

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Sudan dan Israel sepakat berdamai

"Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai," kata Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Delegasi Israel dua hari terakhir kunjungi Sudan secara rahasia

Sejak 2014, hubungan Sudan dengan Iran menjadi dingin setelah negara Arab di Afrika itu lebih akrab dengan Arab Saudi dan UEA.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu terbang ke Arab Saudi temui Bin Salman

Pertemuan kemarin menjadi yang ketiga antara Bin Salman dan Netanyahu setelah 2017 dan 2018. 

23 November 2020

TERSOHOR