kabar

Delegasi Israel dua hari terakhir kunjungi Sudan secara rahasia

Sejak 2014, hubungan Sudan dengan Iran menjadi dingin setelah negara Arab di Afrika itu lebih akrab dengan Arab Saudi dan UEA.

22 Oktober 2020 15:43

Delegasi Israel dan Amerika Serikat diam-diam melawat ke Sudan kemarin dan hari ini untuk mengadakan pembicaraan mengenai normalisasi hubungan Sudan-Israel.

Menurut sejumlah sumber kepada Axios, rombongan terbang menggunakan jet pribadi dari Ibu Kota Tel Aviv ke Ibu Kota Khartum itu terdiri dari pelaksana tugas Direktur Jenderal Kantor Perdana Menteri Ronen Peretz, Direktur Urusan Arab Teluk dan Afrika Utara di Dewan Keamanan Nasional Amerika Jenderal Miguel Correa, dan Aryeh Lightstone, penasihat senior Duta Besar Amerika buat israel David Friedman.

Delegasi ini bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Sudan, termasuk Ketua Dewan Transisi Letnan Jenderal Abdil Fattah al-Burhan.

Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo kemarin bilang negaranya berupaya keras agar Sudan bersedia berbaikan dengan negara Zionis itu. "Kami berharap mereka akan melakukan itu. Kami ingin mereka melakoni dengan cepat," katanya.

Hari ini, sebuah jet pribadi kembali terbang dari Tel Aviv ke Khartum, namun belum diketahui siapa saja penumpang dalam pesawat jenis Bombardier Challenger 605 bernomor penerbangan 9H-VFJ itu, seperti dilansir Army Radio.

Seperti penerbangan kemarin, perjalanan rahasia ke Khartum hari ini juga kembali di hari sama.

Menteri Kerjasama Regional Israel Ofir Akunis mengatakan kepada Army Radio, pengumuman kesepakatan normalisasi hubungan Sudan-Israel akan dilakukan sebelum pemilihan presiden di Amerika pada 3 November. "Saya memiliki alasan kuat untuk meyakini pengumuman itu akan keluar sebelum 3 November," ujarnya.

Tidak seperti normalisasi hubungan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, kesepakatan dengan Sudan akan istimewa. Sebab kedua negara sejatinya bermusuhan.

Sudan mengizinkan Hamas mendirikan kantor di Khartum selama bertahun-tahun serta memiliki kerjasama militer dan politik dengan Iran serta Hizbullah. Iran juga menggunakan Sudan sebagai basis untuk mengirim senjata ke Jalur Gaza dan membangun pabrik roket jarak jauh di sana.

Antara 2008 hingga 2014, serangkaian serangan udara menyasar konvoi senjata untuk dikirim ke Gaza di Sudan, kapal Iran tengah berlabuh di Pelabuhan Sudan, dan pabrik peluru kendali Iran di Khartum. Sudan menuding Israel sebagai dalang serangan itu.

Sejak 2014, hubungan Sudan dengan Iran menjadi dingin setelah negara Arab di Afrika itu lebih akrab dengan Arab Saudi dan UEA. Khartum juga mulai mengadakan pembicaraan rahasia dengan Tel Aviv akhirnya membuat Israel melobi Amerika dan negara-negara Eropa supaya memberikan bantuan ekonomi bagi Sudan.

Setelah revolusi menumbangkan Presiden Umar al-Basyir, pembicaraan dengan Israel kian substantif. Bahkan Februari lalu, Al-Burhan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Uganda.

Jalur penerbangan sebuah jet pribadi dari Tel Aviv ke Islamabad pada Oktober 2018. (Twitter/avischarf)

Israel segera kirim tepung gandum senilai Rp 73 miliar ke Sudan

Kesepakatan damai ini akan mencakup pula bantuan dan investasi dari Israel buat Sudan, terutama di bidang teknologi dan pertanian, serta penghapusan utang luar negeri.

Demonstrasi antipemerintah meletup di Sudan. Para pengunjuk rasa memprotes kenaikan harga roti dan bahan bakar kendaraan bermotor. (Supplied)

Partai terbesar di Sudan tolak normalisasi dengan Israel

Al-Mahdi memperingatkan kesepakatan damai dengan Israel ini akan mengganggu legitimasi pemerintahan transisi Sudan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Sudan dan Israel sepakat berdamai

"Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai," kata Trump.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpose bareng anjing peliharaan keluarganya, Kaiya, di kediaman resminya di Yerusalem. (@netanyahu/Twitter)

Sudan setuju berbaikan dengan Israel

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan para pejabat tinggi Sudan dan Israel di Khartum kemarin.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu segera melawat ke Bahrain

Kalau Netanyahu jadi berkunjung ke Bahrain, maka itu menjadi negara Arab Teluk ketiga dia datangi setelah Oman pada Oktober 2018 dan Arab Saudi di bulan ini.

24 November 2020

TERSOHOR