kabar

Bos Mossad: pengumuman normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel setelah pemilihan presiden Amerika

Hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

25 Oktober 2020 02:48

Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen bilang normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel kemungkinan besar diumumkan setelah pemilihan presiden Amerika Serikat, seperti dilansir N12.

"Arab Saudi dan Israel kelihatannya menunggu pemilihan presiden Amerika untuk memberikan kesepakatan normalisasi itu sebagai hadiah bagi presiden terpilih," kata Cohen. Dia menambahkan kesepakatan damai Saudi-Israel itu akan mencakup pula kontrak pembelian senjata antara Saudi dan Amerika.

Kalau perkiraan Cohen itu benar, normalisasi Saudi-Israel bakal menjadi kemenangan terbesar dalam diplomasi dilakukan Presiden Amerika Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak negara Zionis itu berdiri pada 1948.

Jajak pendapat dibuat Zogby Research Services baru-baru ini menunjukkan hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

Sila baca:

Arab Saudi siap berdamai dengan Israel

Selamat tinggal Palestina

Cohen adalah orang dipercaya Netanyahu untuk melobi negara-negara Arab dan muslim agar mau membina hubungan diplomatik dengan negara Bintang Daud itu.

Hingga kini, sudah lima negara Arab sepakat menjalin hubungan resmi dengan Israel, yakni Mesir pada 1979, Yordania di 1994 dan tiga negara di tahun ini: Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.

Sila baca: Antre berdamai dengan Israel

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman bersedia bertemu Netanyahu di Abu Dhabi hari ini

"MBS (Muhammad bin Salman) siap buat bertemu Bibi (nama panggilan Netanyahu)," kata seorang sumber terpercaya di UEA.

Muhammad Saud, wartawan asal Arab Saudi, berpose di gedung Knesset (parlemen Israel) di Yerusalem. (Screengrab)

Netanyahu telepon penggemarnya di Arab Saudi

Muhammad Saud menjadi satu-satunya warga Saudi secara terbuka lewat Twitter menyatakan menyukai Netanyahu dan Israel. Dia mengunjungi Israel pada 2019 bareng lima wartawan dari dua negara Arab lainnya.

Pelajar perempuan di Arab Saudi. (Emirates 24/7)

Arab Saudi hapus materi anti Yahudi dan Zionis dari buku pelajaran sekolah

Sekarang dalam buku pelajaran sekolah di negara Kabah itu tidak ada lagi prediksi perang suci menjelang kiamat antara kaum muslim dan Yahudi menyebabkan semua orang Yahudi terbunuh.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman: Saya bisa dibunuh kalau berbaikan dengan Israel

Ketakutan itu dia sampaikan kepada Haim Saban, konglomerat Yahudi berkewarganegaraan Israel dan Amerika, ketika keduanya bertemu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Dua pejabat Masjid Nabawi dicopot karena salat subuh telat 45 menit

Setelah peristiwa itu, Syekh Sudais memerintahkan kehadiran dua imam dan tiga muazin saban kali salat wajib berjamaah dilakukan di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. 

14 Juni 2021

TERSOHOR