kabar

Cina buru ulama Uighur di Arab Saudi

Aimadoula Waili terancam dideportasi karena ketahuan oleh Konsulat Cina berdakwah di negara Kabah itu.

06 November 2020 13:28

Seorang ulama beretnis Uighur terancam dideportasi dari Arab Saudi lantaran ada permintaan dari pemerintah Cina. Ulama bernama Aimadoula Waili, tersohor dengan sebutan Hemdullah Abduweli, itu berasal dari Provinsi Xinjiang, Cina.

Dia terpaksa lari dari negara Panda itu setelah dipenjara dua kali lantaran kegiatan dakwahnya. Kepada Middle East Eye, Waili mengaku takut dibunuh setelah Konsulat Cina di Saudi meminta pendeportasian dirinya.

Waili pergi ke negara Kabah itu Februari lalu untuk berumrah dari Turki, di mana dia memperoleh izin tinggal sejak tiga tahun lalu. Dia mendapat visa Saudi berlaku hingga Desember.

Setiba di Makkah, orang-orang Uighur bermukim di kota suci ini meminta dia berceramah di kalangan warga Uighur.Gegara ceramah-ceramahnya itulah masalah mulai membelit. Salah satu orang Uighur memberitahu Waili, polisi Saudi sedang mencari dirinya atas permintaan Konsulat Cina untuk dideportasi. "Saya kira pemerintah Cina mendengar dakwah saya dan marah," kata Waili.

Menurut Waili, sampai sekarang dia belum menerima peringatan resmi dari pemerintah Saudi. Tapi orang-orang Uighur menmpung dirinya telah meminta dia tidak keluar rumah saat siang. Lelaki 52 tahun ini juga harus berpindah dari satu rumah ke rumah warga Uighur lainnya.

Waili benar-benar cemas dan tidak bisa ke bandar udara. "Saya takut kalau ke bandar udara, polisi akan menangkap dan mengirim saya ke Cina," ujarnya.

Aktivis Uighur bernama Abduweli Ayup menjelaskan Waili diburu karena merupakan murid dari seorang ulama Uighur tersohor tengah ditahan di Cina. Dia mengaku memiliki catatan setidaknya Saudi sudah lima kali mendeportasi orang-orang muslim Uighur ke negeri Tirai Bambu itu.

Ayup mengatakan Cina dua kali menangkap Waili pada 2013 dan 2014. "Jika Saudi sampai mengirim Hemdullah Abduweli ke Cina, itu akan menurunkan moral warga Uighur di seluruh dunia, termasuk di Arab Saudi," tuturnya.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus