kabar

Apartemennya di Paris dirampok, puteri Arab Saudi kehilangan 30 tas Hermes dan satu jam Cartier

Perempuan 47 tahun itu rugi Rp 10,3 miliar.

07 November 2020 10:19

Perampok belum diketahui jumlahnya telah memasuki sebuah apartemen milik puteri Arab Saudi di Ibu Kota Paris, Prancis. Insiden ini menyebabkan perempuan ningrat tidak disebut identitasnya itu kehilangan barang-barang mewah senilai hampir 550 ribu pound sterling (kini setara Rp 10,3 miliar)

Seorang sumber mengetahui betul kasus ini mengungkapkan puteri Saudi berumur 47 tahun itu belum mendatangi apartemennya sejak Agustus lalu. Tapi setiba di sana, dia menemukan 30 tas Hermes masing-masing seharga 10-30 ribu euro, satu jam tangan cartier, perhiasan, dan barang-barang dari bulu binatang kepunyaannya sudah tidak ada.

Sang puteri syok dan sedang dirawat di sebuah rumah sakit. Dia juga belum bisa memberikan keterangan kepada polisi.

Sumber itu bilang para perampok memasuki apartemen kepunyaan puteri Saudi itu tanpa kekerasan. Unit antigeng di Kepolisian Paris tengah menyelidiki perampokan ini.

Surat kabar Le Parisien melaporkan polisi sudah menetapkan satu tersangka, yakni pria menunggui apartemen puteri Saudi itu sedari Agustus lalu. Satu set kunci kediaman puteri Saudi ini juga hilang.

Apartemen itu berlokasi di Avenue George V di kawasan Elysse, jantung Kota Paris. Majalah Forbes melaporkan terjadi empat perampokan di hari sama pada Juli tahun lalu di Elysse.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus