kabar

Kemenangan Biden, harapan Abbas, dan kecemasan Bin Salman

Biden akan membuka penyelidikan atas kasus pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap perang di Yaman.

09 November 2020 07:12

Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden akhirnya memenangkan pmilihan umum digelar pada 3 November setelah meraih lebih dari 270 suara elektral. Dia mengungguli kandidat petahana Presiden Donald Trump dari kubu Republik.

Kejayaan Biden ini tentu menimbulkan harapan bagi sebagian pemimpin di Timur Tengah dan memunculkan kecemasan bagi yang lain. Untuk Presiden Palestina Mahmud Rida Abbas, penghuni Gedung Putih mulai 20 Januari 2021 itu akan menghidupkan kembali asanya, remuk selama empat tahun kepemimpinan Trump.

"Dia sangat percaya solusi dua negara penting untuk memelihara karakter Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, serta untuk memastikan hak-hak bangsa Palestina terpenuhi," kata Dan Saphiro, Duta besar Amerika Serikat untuk Israel selama pemerintahan Presiden Barack Obama, seperti dilansir Haaretz.

Dia menambahkan Biden akan merangkul kembali Palestina telah dicampakkan semasa Trump. Biden akan memperbaiki kembali saluran-saluran diplomatik dengan Palestina, setidaknya menggelontorkan lagi bantuan ekonomi buat Palestina, nilainya sekitar US$ 600 juta saban tahun telah dihapus oleh Trump.

Namun Abbas tidak bisa berharap banyak Biden akan memindahkan kembali Kedutaan Besar Amerika dari Yerusalem ke Ibu Kota Tel Aviv, Israel. Sebab, lanjut Saphiro, Biden sudah bilang berniat melakoni hal itu. Dia malah berencana membuka kantor Konsulat Jenderal Amerika di Yerusalem Timur.

Trump di awal Desember 2017 mengakui secara sepihak yerusalem sebagai ibu kota Israel, kemudian memindahkan Kedutaan Amerika ke Yerusalem pada Mei 2018. 

Biden juga akan membiarkan normalisasi hubungan antara negara-negara Arab dengan israel terus terjadi. Bedanya, menurut mantan Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Dore Gold, Biden bakal meminta Israel memberikan konsesi kepada Palestina sebelum mencapai kesepakatan membina hubungan diplomatik dengan negara Arab lainnya.

Di era Trump, hanya dalam tiga bulan, Agustus-Oktober 2020, ada tiga negara Arab bersepakat membuka hubungan resmi dengan negara Zionis itu, yakni Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.

Alhasil, empat tahun periode Biden nantinya tidak akan menguntungkan Palestina secara substansial. Artinya, periode pertama pemerintahan Biden-Kamal Harris tidak akan mungkin mewujudkan negara palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kalau Abbas menaruh harapan, Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman pantas cemas. Biden pernah menyatakan kalau terpilih menjadi presiden Amerika ke-46, dirinya akan mengevaluasi hubungan Amerika-Saudi selama empat tahun peride Trump.

Sebab Amerika di bawah kendali Trump telah menjelma sebagai negara pendukung rezim diktator dan pelanggar hak asasi manusia terkait pembunuhan kolumnis surat kabar the Washington Post, Jamal Khashoggi, di awal Oktober 2018 dan Perang Yaman dilancarkan negara Kabah itu sedari Maret 2015.

Biden menyatakan akan membuka penyelidikan independen untuk mencari tahu dalang pembunuhan Khashoggi dan menghentikan dukungan terhadap Arab Saudi dalam Perang Yaman.

"Saya akan menegaskan kami tidak akan menjual lagi persenjataan kepada mereka (Arab Saudi)," kata Biden tahun lalu, seperti dilaporkan the Times of Israel. "Kami akan membuat mereka menanggung risiko atas perang di Yaman dan membikin mereka menjadi sampah masyarakat seperti seharusnya."

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Bin Salman dan dilema Biden

Bin Salman makin percaya tidak ada yang bisa membantah atau mencegah kuasa mutlaknya, sekalipun negara sebesar Amerika.

Jamal Khashoggi, pengkritik pemerintah Arab Saudi. (Twitter)

Amerika beri sanksi terhadap 18 pembunuh Khashoggi kecuali Bin Salman sebagai pemberi perintah

Blinken menyatakan 18 orang itu tidak boleh memasuki Amerika hingga waktu tidak ditentukan. Sedangkan Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan membekukan aset mereka di Amerika atau aset mereka dikontrol oleh warga Amerika.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Laporan intelijen Amerika simpulkan Bin Salman setujui operasi pembunuhan Khashoggi

Keterlibatan Bin Salman kian terbukti lantaran tujuh orang dari 15 anggota tim pembunuhan Khashoggi merupakan anggota pasukan pengawal pribadi Bin Salman.

Film the Dissident bercerita soal pembunuhan wartawan surat kabar the Washington Post, Jamal Khashggi, atas perintah Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (YouTube)

Hillary Clinton rekomendasikan untuk menonton film pembunuhan Khashoggi oleh Bin Salman

Berdasarkan hasil investigasi, Turki, CIA, Kongres Amerika, dan pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard menyimpulkan pembunuhan Khashoggi atas perintah Bin Salman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Tol layang Jakarta-Cikapek berganti nama jadi tol layang Syekh Muhammad bin Zayid

Selain menjadi nama jalan tol layang, Bin Zayid menjadi nama masjid raya di Solo, dibangun dengan biaya US$ 20 juta dari UEA.

11 April 2021

TERSOHOR