kabar

Korban luka akibat ledakan di Jeddah bertambah jadi empat orang

Kejadiannya saat upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama. Acara itu diikuti diplomat dari Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat.

11 November 2020 21:32

Korban ledakan hari ini terjadi di pemakaman non-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, bertambah menjadi empat orang.

Pasukan keamanan Saudi telah memblokade lokasi kejadian. "Situasi di tempat ledakan sudah stabil," kata stasiun televisi Al-Ikhbariya. Sampai saat ini beum dikethaui sumber ledakan. Sebagian laporan menyebutkan granat, yang lain menyatakan bom rakitan.

Kejadiannya saat upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama. Acara itu diikuti diplomat dari Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat. Kedutaan besar dari lima negara itu di Ibu Kota Riyadh mengeluarkan pernyataan bersama: "Segala serangan terhadap warga tidak bersalah memalukan dan tidak bisa dibenarkan."

Mereka mendukung langkah Saudi untuk memburu dan mengadili pelakunya.

Profesor Eitan Mor sedang memeriksa ginjal baru saja diambil dari dalam tubuh perempuan Israel bernama Shani Markowitz Manshar. Ginjal ini akan ditanamkan ke dalam badan pasien warga Uni Emirat Arab di Abu Dhabi. Operasi pengangkatan ginjal milik Shani berlangsung pada 28 Juli 2021 di Rumah Sakit Sheba Medical Center, Ramat Gan, Israel. (Naama Frank Azriel)

Perempuan Israel sumbang ginjalnya buat warga UEA

Ini menjadi transplantasi ginjal pertama antara warga dari kedua negara itu.

Seorang lelaki Arab Saudi bermasker saat tiba di Bandar Udara Internasional Raja Khalid di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (The National)

Nekat ke Indonesia, warga Saudi diancam tidak bisa ke luar negeri selama tiga tahun

Terdapat 13 negara, termasuk Indonesia, dilarang untuk dikunjungi oleh warga Saudi.

Pernikahan putri dari Nawar as-Sahili, politikus dari Partai Hizbullah di Ibu Kota Beirut, Libanon, Juli 2021. (Screengrab)

Pesta pernikahan putri politikus Hizbullah digelar secara mewah saat ekonomi Libanon ambruk

Harga bahan pangan meroket 700 persen dan lebih dari 50 persen rakyat Libanon hidup di bawah garis kemiskinan. Pakaian sudah menjadi barang mewah. 





comments powered by Disqus