kabar

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

13 November 2020 00:35

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) kemarin mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di pemakaman non-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi.

"Para pejuang berhasil meledakkan bom rakitan diletakkan di kuburan di Kota Jeddah kemarin (Rabu), kata ISIS seperti dilansir kantor beritanya, Amaq, melalui Telegram. 

ISIS menegaskan serangan bom itu merupakan pembelaan terhadap Nabi Muhammad, dilecehkan lewat gambar kartun diterbitkan kembali omeh majalah Charlie Hebdo terbitan Prancis. 

ISIS menyebutkan serangan itu ditujukan untuk diplomat Prancis hadir dalam upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama di pekuburan Kristen itu. Diplomat lain hadir berasal dari Inggris, Yunani, Italia, dan Amerika Serikat.

Kejadian itu melukai emoat orang, termasuk diplomat Yunani, satu petugas keamanan Saudi, dan seorang warga Inggris. 

Polisi Saudi menyatakan telah menangkap satu tersangka dalam kasus serangan bom di pemakaman di Jeddah itu. 

Pemimpin ISIS wilayah Irak Abu Yasir al-Isawi tewas oleh serangan pasukan antiteror Irak pada 27 Januari 2021 di Kota Daquq, Provinsi Kirkuk, utara Irak. (Twitter)

Pemimpin ISIS wilayah Irak tewas

Abu Yasir, 39 tahun, adalah orang asli dari Falujah, kota di Provinsi Anbar berjarak sekitar 60 kilometer sebelah barat Baghdad.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Keadaan di lokasi ledakan, pemakaman non-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Twitter)

Korban luka akibat ledakan di Jeddah bertambah jadi empat orang

Kejadiannya saat upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama. Acara itu diikuti diplomat dari Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat.





comments powered by Disqus