kabar

Adik Bin Salman ancam perkosa dan bunuh aktivis perempuan ditahan

Mereka juga dipaksa mencium atau melakukan adegan seksual terhadap sang pemeriksa. 

22 November 2020 11:39

Dua orang dekat Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman kerap ikut dalam mengawasi proses interogasi dilakukan Mabahith (polisi rahasia) terhadap para aktivis perempuan ditahan. 

Dalam laporan setebal 40 halaman disusun Helena Ann Kennedy, anggota Dewan Bangsawan Inggris, disebutkan dua orang kepercayaan Bin Salman itu adalah Saud al-Qahtani, penasihat Bin Salman, dan mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khalid bin Salman, juga merupakan adik dari Bin Salman. 

Seorang perempuan pernah menghuni Penjara Dhahban di Kota Jeddah mendapat cerita dari aktivis perempuan masih ditahan, Pangeran Khalid kadang datang di penjara khusus milik Mabahith berupa vila. 

Dia akan mengancam untuk membunuh atau memperkosa tahanan aktivis perempuan tengah diperiksa. "Kamu tahu siapa saya? Saya Pangeran Khalid bin Salman, saya duta besar untuk Amerika, dan saya bisa melakukan apa saja terhadap kamu," ujar bekas tahanan di Dhahban, dalam laporan ditulis Helena Kennedy dan salinannya diperoleh Albalad.co.

Sumber itu juga bercerita Saud al-Qahtani sering ikut menyiksa sejumlah aktivis perempuan ditahan, termasuk Lujain al-Hazlul dan Iman an-Nafjan. 

Untuk menyusun laporan itu, Helena Kennedy - pengacara hak asasi manusia - mendapat banyak kesaksian dari mantan tahanan, aktivis, organisasi non-pemerintah, dan laporan-laporan media terpercaya. 

Dia menyebutkan aktivis perempuan Saudi mendapat siksaan berupa dipukuli, ditendangi, disetrum, dan disundut rokok. Mereka juga dipaksa mencium atau melakukan adegan seksual terhadap interogator.

Ada juga aktivis perempuan, seperti Aida al-Ghamdi (62 tahun), dipaksa menonton film porno. 

Dalam rekomendasinya, Helena Kennedy mendesak Saudi segera membebaskan semua aktivis perempuan dari penjara. Dia menuntut pemerintah Inggris menerapkan sanksi terhadap pejabat Saudi terlibat penangkapan dan penyiksaan atas mereka, termasuk Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman. 

 

 

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Melepas Saudi dari belenggu Wahabi

"Ketika kita berkomitmen pada satu paham atau ulama saja, ini berarti kita mendewakan manusia," ujar Bin Salman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman dan pamannya, Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz. (Middle East Eye)

Bin Salman bebaskan pamannya dari tahanan

Di kalangan keluarga Bani Saud, Pangeran Ahmad dipandang lebih pantas menjadi raja Saudi berikutnya.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman ingin Saudi dan Iran menjalin hubungan baik dan istimewa

Bin Salman beberapa tahun lalu sesumbar ingin menciptakan perang di Iran. Sebaliknya, perang dilancarkan negara Kabah itu terhadap milisi Al-Hutiyun di Yaman sokongan Iran telah menyebabkan Saudi keteteran.

Keluarga kerajaan Yordania, termasuk Raja Abdullah bin Husain dan saudara tirinya, Pangeran Hamzah bin Husain, pada 11 April 2021, berziarah ke makam keluar di kompleks istana Raghdan di Ibu Kota Amman, Yordania. (Jordan's Royal Court)

Bin Salman diduga dukung rencana Israel untuk gulingkan raja Abdullah

Bin Salman dijanjikan mendapat kewenangan untuk mengurus situs-situs agama di Yerusalem, selama ini dipegang oleh Yordania.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Dua pejabat Masjid Nabawi dicopot karena salat subuh telat 45 menit

Setelah peristiwa itu, Syekh Sudais memerintahkan kehadiran dua imam dan tiga muazin saban kali salat wajib berjamaah dilakukan di Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi. 

14 Juni 2021

TERSOHOR