kabar

Mayat perempuan Indonesia dalam koper di Makkah meninggal karena sakit

Tiga bulan terakhir, korban menderita diabetes dan agak sesak napas sampai meninggal. Dua warga Indonesia pembuang mayat AS akan dideportasi.

01 Desember 2020 09:45

Kepolisian Kota Makkah, Arab Saudi, sedari awal menyimpulkan mayat perempuan Indonesia dalam koper bukan korban pembunuhan. Polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Berdasarkan keterangan dua tersangka pembuang mayat berinisial AS, perempuan 23 tahun itu menemui ajal karena sakit. "Tiga bulan terakhir, korban menderita diabetes dan agak sesak napas sampai meninggal," kata Konsul Jenderal Indonesia di Kota Jeddah Eko Hartono, kepada Albalad.co melalui pesan WhatsApp semalam.

Kedua tersangka sedang diperiksa oleh polisi dan kejaksaan ini adalah warga Indonesia, yakni lelaki berinisial YM dan perempuan berinisial H. YM dan H berteman sebagai sesama pekerja migran. H sudah menikah dan suaminya sedang cuti ke Indonesia.

Eko menambahkan AS, asal Tangerang, tiba di Makkah pada 7 Februari lalu dan bekerja sebagai petugas kebersihan di Smasco. Setelah beberapa bulan, korban kabur dan ditampung oleh tersangka H hingga meninggal.

Smasco adalah perusahaan pemasok tenaga kerja didirikan di Riyadh pada 2012. 

H dan rekannya, YM, tidak berani melapor kepada pihak berwenang karena takut. "Keduanya lantas memasukkan jenazah AS ke dalam koper. Mereka taruh di pinggir jalan dengan posisi koper berdiri dengan harapan ditemukan dan segera dikuburkan," ujar Eko.

Dia menambahkan mayat AS masih diotopsi di sebuah rumah sakit di Makkah dan hasilnya akan dirujuk ke kejaksaan. Sedangkan dua warga Indonesia pembuang mayat AS kemungkinan besar dideportasi.

Menurut Eko, KJRI Jeddah sudah menghubungi keluarga korban di Tangerang. Pihak kerabat meminta jenazahnya dimakamkan di Makkah.

 

KJRI Jeddah, Arab Saudi melepas pemulangan 21 perempuan Indonesia bermasalah karena bekerja di Arab Saudi memakai visa ziarah. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah pulangkan 21 warga Indonesia berangkat bekerja ke Arab Saudi dengan visa ziarah

Karena tidak tahan terhadap kondisi kerja, mereka memilih kabur dari rumah majikan ke KJRI Jeddah.

Suasana Kota Makkah, Arab Saudi. (Gulf Business)

Polisi Makkah tangkap pembuang mayat perempuan Indonesia dalam koper

Kedua tersangka adalah lelaki dan perempuan warga Indonesia.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengantar pulang MR, bocah tujuh tahun ditelantarkan orang tuanya sejak dilahirkan. Dia tiba di Jakarta pada 24 November 2020. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah antar pulang bocah ditelantarkan orang tuanya ke Indonesia

Ibunya dideportasi karena melanggar aturan imigrasi Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Israel buka kedutaan di Abu Dhabi

Konsulat Jenderal Israel di Dubai dan kantor penghubung di Rabat bakal diresmikan beberapa hari lagi.

25 Januari 2021

TERSOHOR