kabar

Kebebasan beragama di Arab Saudi buruk dan memprihatinkan

Laporan Komisi Kebebasan Beragama Amerika ini keluar sehari setelah Saudi merobohkan Masjid Imam Husain di kawasan permukiman Syiah di Awamiyah

08 Desember 2020 21:50

Komisi Amerika Serikat tentang Kebebasan Beragama Internasional menyebut situasi kebebasan beragama di Arab Saudi buruk dan memprihatinkan. Dalam laporan dilansir hari ini, komisi itu menggolongkan Saudi ke dalam negara memprihatinkan bareng Myanmar, Cina, Eritrea, Iran, Nigeria, Korea Utara, Pakistan, Tajikistan, dan Turkmenistan.

Menurut Amerika, pemerintah secara sistematis terus melanggar kebebasan beragama dan beribadah warganya. "Pemerintah melarang praktek agama selalin Islam di muka umum dan tidak boleh ada rumah ibadah selain masjid didirikan di Saudi," kata Komisi tentang Kebebasan Beragama Internasinal dalam laporan dibaca oleh Albalad.co.

Warga non-muslim di Saudi juga terus diintai ketika beribadah dalam rumah mereka dan aparat keamanan bisa kapan saja membubarkan iabadat dilakukan penganut agama selain Islam. Amerika menyoroti pula penangkapan para ulama dari gerakan Sahwa.

Negara Kabah itu terus menerapkan diskriminasi terhadap kaum muslim Syiah dalam hal pendidikan, pekerjaan, hukum, serta sulit mendapatkan akses untuk jabatan tinggi di pemerintahan dan militer. "Pembangunan masjid-masjid Syiah di luar wilayah mayoritas Syiah di Provinsi Timur dilarang. Pihak berwenang tidak membolehkan azan Syiah dikumandangkan," kata komisi itu.

Situasi buruk lainnya adalah aparat keamanan menangkapi warga Syiah karena merayakan hari suci di rumah-rumah mereka dan membaca doa-doa di husainiyah. Saudi juga tidak mengizinkan pembuatan pemakaman khusus Syiah. Pada Januari 2019, Saudi mengeksekusi mati 37 orang Syiah termasuk ulama mereka, Syekh Muhammad Nimr an-Nimr.

Laporan Komisi Kebebasan Beragama Amerika ini keluar sehari setelah Saudi merobohkan Masjid Imam Husain di kawasan permukiman Syiah di Awamiyah, Qatif.

 

 

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Ali an-Nimr, pemuda Syiah dari Qatif, Arab Saudi, mendapat pengurangan hukuman dari vonis mati menjadi penjara sepuluh tahun. (Twitter)

Arab Saudi ubah hukuman mati terhadap remaja Syiah menjadi penjara sepuluh tahun

Raja Salman pada April tahun lalu memutuskan penghapusan hukuman mati bagi anak-anak dan vonis maksimal bagi mereka adalah sepuluh tahun penjara.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Amerika tetapkan Arab Saudi pelanggar kebebasan agama terbesar di dunia

Laporan setebal 234 halaman ini menyoroti tindakan diskriminatif terhadap para penganut Syiah dan Nasrani di negara Kabah itu.





comments powered by Disqus