kabar

KJRI Jeddah pulangkan 21 warga Indonesia berangkat bekerja ke Arab Saudi dengan visa ziarah

Karena tidak tahan terhadap kondisi kerja, mereka memilih kabur dari rumah majikan ke KJRI Jeddah.

16 Desember 2020 14:28

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi memulangkan 21 warga Indonesia bermasalah karena berangkat bekerja ke negara Kabah itu menggunakan visa ziarah atau kunjungan. Mereka tiba di Indonesia kemarin

Rombongan warga Indonesia dipulangkan itu adalah perempuan. Mereka diberangkatkan ke Saudi oleh para penyalur bekerjasama dengan perusahaan perekrutan tenaga kerja di negara Arab Teluk itu, seperti dilansir KJRI Jeddah dalam siaran pers diterima Albalad.co kemarin.

Setibanya di Saudi, 21 warga Indonesia ini kemudian disalurkan oleh perusahaan merekrut mereka ke sejumlah keluarga untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga dengan sistem sewa dan tarif cukup tinggi. Sayangnya, upah diterima para warga Indonesia itu sangat kecil.

Karena tidak tahan terhadap kondisi kerja, mereka memilih kabur dari rumah majikan ke KJRI Jeddah. Kepada staf KJRI, 21 warga Indonesia ini mengaku dipaksa bekerja di rumah pengguna jasa tanpa mengenal jam istirahat.

Konsul Jenderal Indonesia di Jeddah Eko Hartono menyesalkan ulah sejumlah pihak nekat memberangkatkan warga Indonesia untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi dengan visa ziarah. Alasannya, mereka tidak dilindungi dengan perjanjian kerja dan dokumen pendukung semestinya sehingga menyulitkan KJRI untuk memberikan pembelaan hukum jika terjadi masalah.

Dalam setiap pertemuan dengan warga Indonesia, terutama yang bekerja di sektor rumah tangga, di wilayah kerja KJRI Jeddah, Eko selalu mengingatkan pemerintah hingga saat ini masih berpegang pada kebijakan berlaku, yaitu moratorium pengiriman tenaga kerja untuk sektor domestik.

Pemerintah Indonesia telah memberlakukan moratorium sejak 2011 dan diperkuat lagi pada 2015 dengan penghentian pengiriman tenaga kerja di sektor domestik, seperti pembantu rumah tangga atau sopir pribadi keluarga, ke seluruh negara di Timur Tengah termasuk Arab Saudi, melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 260 Tahun 2015.

"Jadi saya ulangi sekali lagi, sangat-sangat berisiko berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja secara tidak sesuai prosedur," katanya. "Hampir setiap hari kami menerima warga Indonesia perempuan kabur dari rumah pengguna jasa karena menjadi korban eksploitasi."

 

 

Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Jeddah, Arab Saudi. (Facebook)

Mayat perempuan Indonesia dalam koper di Makkah meninggal karena sakit

Tiga bulan terakhir, korban menderita diabetes dan agak sesak napas sampai meninggal. Dua warga Indonesia pembuang mayat AS akan dideportasi.

Suasana Kota Makkah, Arab Saudi. (Gulf Business)

Polisi Makkah tangkap pembuang mayat perempuan Indonesia dalam koper

Kedua tersangka adalah lelaki dan perempuan warga Indonesia.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kota Jeddah, Arab Saudi, mengantar pulang MR, bocah tujuh tahun ditelantarkan orang tuanya sejak dilahirkan. Dia tiba di Jakarta pada 24 November 2020. (KJRI Jeddah buat Albalad.co)

KJRI Jeddah antar pulang bocah ditelantarkan orang tuanya ke Indonesia

Ibunya dideportasi karena melanggar aturan imigrasi Saudi.





comments powered by Disqus