kabar

Milisi Al-Hutiyun duduki rumah peraih Nobel Perdamaian di Sanaa

Mereka mencuri perabotan di rumah dan kantor Tawakkul Karman.

18 Desember 2020 11:25

Peraih Nobel Perdamaian asal Yaman, Tawakkul Karman, Selasa lalu bilang milisi Al-Hutiyun telah menduduki rumah dan kantornya di Ibu Kota Sanaa, Yaman, seperti dilansir situs berita Shehab.

"Beberapa hari lalu, milisi Al-Hutiyun mengambil rumah dan kantor saya di kawasan Az-Zira, Sanaa," kata Tawakkul melalui Facebook. "Mereka mencuri perabotan dan masih tinggal di rumah saya."

Dua menekankan kalau Sanaa telah dibebaskan, maka semua properti kepunyaan publik dan invidu mesti dikembalikan kepada pemiliknya. 

Al-Hutiyun pernah menyerbu kediaman Tawakkul pada 2014 ketika memberontak kepada pemerintahan dipimpin Abdu Rabbu Mansur Hadi. 

 

Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Arabian Business)

Amerika peringatkan warganya untuk tidak kunjungi Arab Saudi

Departemen Luar Negeri Amerika menegaskan serbuan peluru kendali dan pengebom nirawak Al-Hutiyun merupakan ancaman serius.

Universitas Jazan di Arab  Saudi terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun pada 15 April 2021. (Twitter)

Kampus di Arab Saudi terbakar akibat serangan peluru kendali Al-Hutiyun

Hampir saban hari, Al-Hutiyun menargetkan lokasi strategis dan vital di Riyadh, Jeddah, Jazan, Abha, Najran, dan Khamis Musyaith. 

Sebanyak 13 orang Yahudi asli Yaman diusir oleh milisi Al-Hutiyun. Mereka pindah menetap di Kairo. (Twitter)

Al-Hutiyun usir 13 warga Yahudi dari Yaman

Mereka pindah ke Kairo. Sekarang tersisa enam orang Yahudi saja tinggal di Yaman.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Keteteran hadapi serbuan Al-Hutiyun, Saudi tawarkan perdamaian

Selama enam tahun palagan itu, Saudi belum mampu mengusir Al-Hutiyun dari Sanaa. 





comments powered by Disqus