kabar

Pakistan memulai pembicaraan normalisasi hubungan dengan Israel

Saudi dan UEA menekan Pakistan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

19 Desember 2020 10:58

Pakistan secara rahasia telah memulai pembicaraan normalisasi hubungan dengan Israel. 

Mengutip sejumlah sumber politik Israel, situs berita berbahasa Ibrani Nziv melaporkan pada 20 November Sayid Bukhari, penasihat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, mendarat di Ibu Kota Tel Aviv, Israel. 

Dia terbang menggunakan pesawat British Airways dari Ibu Kota Islamabad ke London kemudian menuju Tel Aviv. "Dia disambut hangat dan ditemani beberapa pejabat menuju kantor Kementerian Luar Negeri Israel di Yerusalem," tulis Nziv.

Kabar ini dibenarkan oleh Nur Dahri, Direktur Eksekutif Islamic Theology of Counter Terrorism, lembaga kajian berkantor di Ibu Kota London, Inggris. Dia tidak menyebut nama utusan Imran Khan dikirim ke Israel itu.

Dia bilang penasihat Khan ini diutus ke negara Zionis itu lantaran memiliki hubungan dekat dengan pemerintahan Presiden Donald Trump. Dia juga memiliki kewarganegaraan lain sehingga bisa masuk ke Israel tanpa menggunakan paspor Pakistan.  

Penasihat Khan ini bermukim di Inggris. Dari Bandar Udara Heathrow di London pada 20 November pagi, dia menumpang pesawat British Airways bernomor penerbangan BA 0165 tujuan Bandar Udara Ben Gurion, Tel Aviv.

"Dia membawa pesan dari Perdana Menteri Imran Khan menyatakan ingin memulai pembicaraan politik dan diplomatik dengan Israel," ujar Dahri. Tapi Khan meminta proses normalisasi hubungan itu dengan syarat sangat lunak dan berjalan perlahan untuk mencegah penolakan keras dari kaum muslim di Pakistan. 

Dahri mengungkapkan utusan khusus Pakistan itu tinggal beberapa hari di Israel. Selain bertemu Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi, utusan Khan ini juga mengadakan pembicaraan dengan Direktur Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) Yossi Cohen dan menyampaikan pesan dari panglima angkatan bersenjata Pakistan. 

Dahri menekankan Pakistan mendapat tekanan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. "Itu sebagai syarat memperbaiki hubungan dengan kedua negara Arab Teluk itu," ujarnya. 

Hubungan Pakistan dengan Saudi dan UEA memburuk belakangan ini. Kedua negara Ara  Teluk ini kian akrab dengan India, musuh bebuyutan Pakistan. 

Putera Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman menolak bertemu Imran Khan, Saudi menghentikan pasokan minyak dan meminta Pakistan segera mengembalikan bantuan US$ 3 miliar dari Saudi. 

Sedangkan UEA sudah menghentikan visa kerja bagi warga Pakistan. 

Bukan baru ini Pakistan mengirim utusan ke Israel. Pada masa Perdana Menteri Nawaz Syarif, negara Asia Selatan ini mengirim dua delegasi ke negara Bintang Daud itu untuk membahas kemungkinan normalisasi kedua negara. 

Di era Perdana Menteri Benazir Bhutto, Pakistan mengutus satu delegasi ke Israel. Benazir juga pernah bertemu sebuah delegasi Israel di Ibu Kota Washington DC, Amerika Serikat.

 

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.





comments powered by Disqus