kabar

Arab Saudi hapus materi anti Yahudi dan Zionis dari buku pelajaran sekolah

Sekarang dalam buku pelajaran sekolah di negara Kabah itu tidak ada lagi prediksi perang suci menjelang kiamat antara kaum muslim dan Yahudi menyebabkan semua orang Yahudi terbunuh.

19 Desember 2020 13:29

Arab Saudi telah menghapus muatan-muatan anti-Yahudi dan Zionis dalam buku-buku pelajaran sekolah untuk kurikulum baru 2020, berdasarkan laporan IMPACT-se, lembaga pemantau berkantor di Yerusalem, dilansir Selasa lalu.

"Sebagian besar materi kebencian terhadap Yahudi dan Zionis telah dihapus," kata CEO IMPACT-se Marcus Sheff melalui keterangan tertulis. "Pihak berwenang Saudi telah memulai proses pencabutan akar kebencian atas Yahudi."

Menurut Sheff, kecenderungan Saudi menghilangkan materi-materi anti-Yahudi dan Zionis dalam buku pelajaran sekolah sudah terlihat pada kurikulum 2002, 2008, 2019, dan tahun ini. Dia menambahkan sekarang dalam buku pelajaran sekolah di negara Kabah itu tidak ada lagi prediksi perang suci menjelang kiamat antara kaum muslim dan Yahudi menyebabkan semua orang Yahudi terbunuh.

Prediksi itulah menjadi dasar kebencian terhadap yahudi di kalangan muslim seluruh dunia. Saudi juga sudah melenyapkan stigma Yahudi memakai beragam cara buat menguasai dunia, termasuk lewat uang, perempuan, dan narkotik.

Laporan IMPACT-se ini keluar di tengah muncul gelombang normalisasi Arab-Israel sejak Agustus lalu. Dimulai oleh Uni Emirat Arab kemudian diikuti Bahrain, Sudan, dan Maroko. Sikap Saudi terhadap negara Zionis itu juga sudah mencair.

Bahkan Jared Kishner, penasihat Presiden Amerika Serikat Donald Trump urusan Timur Tengah, berani sesumbar normalisasi hubungan Saud-Israel sestau pasti akan terjadi, tinggal masalah waktu saja.

Sila baca:

Buku pelajaran di Saudi sebut perayaan maulid nabi haram

Ubah kurikulum, Arab Saudi sebut Kekhalifahan Usmaniyah sebagai penjahat dan penjajah

IMPACT-se menyebutkan sikap Saudi terhadap Israel saat ini lebih adil dan toleran. Negeri Dua Kota Suci ini juga menghapus sau bab berjudul Bahaya Zionis dalam buku pelajaran sekolah.

Meski begitu, IMPACT-se menekankan kebencian terhadap yahudi di Saudi masih ada. Israel masih belum diakui sebagai negara. Dalam peta Timur Tengah dipakai Saudi, tidak ada negara bernama Israel, diganti dengan musuh Zionis. Zionisme juga masih dianggap sebagai gerakan politik rasis.

Seorang lelaki Israel mengibarkan bendera Arab Saudi di Yerusalem pada 22 Agustus 2019. (Screengrab)

Bos Mossad: pengumuman normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel setelah pemilihan presiden Amerika

Hampir 80 persen rakyat Saudi ingin negaranya menjalin hubungan resmi dengan Israel.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bin Salman: Saya bisa dibunuh kalau berbaikan dengan Israel

Ketakutan itu dia sampaikan kepada Haim Saban, konglomerat Yahudi berkewarganegaraan Israel dan Amerika, ketika keduanya bertemu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkomunikasi dengan Muhammad Saud, narablog Arab Saudi, melalui aplikasi telepon video Facetime pada 26 Desember 2019. (Screengrab)

Arab Saudi biarkan warganya berkampanye soal normalisasi hubungan dengan Israel

"Menunggu dengan tidak sabar sampai perdamaian datang antara kedua negara kita," kata Saud. "Tuhan, jawablah doaku."

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Arab Saudi restui Bahrain menjalin hubungan diplomatik dengan Israel

Saudi dan Bahrain pekan lalu mengizinkan wilayah udara mereka dilewati semua penerbangan dari Israel ke Timur Jauh dan sebaliknya.





comments powered by Disqus