kabar

Senyap Natal di negara Kabah

Seorang ekspatriat asal Australia mengaku belum menemukan toko di Riyadh menjual ornamen Natal.

21 Desember 2020 21:45

Seperti berpuluh-puluh tahun lalu, tidak ada kemeriahan menyambut Natal di Arab Saudi. Seorang ekspatriat asal Australia menolak ditulis namanya mengungkapkan kepada Albalad.co, dia tidak menemukan riasan Natal atau toko-toko menjual ornamen perayaan kelahiran Yesus itu di Ibu Kota Riyadh.

"Saya pergi ke sejumlah mal Sabtu pekan lalu, mengunjungi Big Centerpoint dan toko buku Jarir semalam," katanya melalui pesan WhatsApp malam ini. "Tapi saya tidak menemukan dekorasi Natal dijual di sana."

Dia menolak diwawancara panjang lantaran isu Natal atau hari besar aganma selain Islam masih sangat sensitif di negara Kabah itu.

Sampai sekarang tidaka ada rumah ibadah selain masjid di Saudi. Kaum non-muslim dilarang beribadah atau memakai simbol-simbol agama mereka di muka umum. Untuk ibadat mingguan juga harus sembunyi-sembunyi.

Dihubungi terpisah, seorang pengusaha Prancis pernah tinggal di Saudi selama dua dasawarsa dan sampai kini masih bolak-balik ke negeri Dua Kota Suci itu menegaskan perayaan hari suci selain agaa Islam masih belu dibolehkan di Saudi.

"Ini adalah topik amat sensitif di Arab Saudi dan semua orang tidak mau membicarakannya karena tidak ingin terlibat masalah," ujarnya melalui pesan WhatsApp. "Selama 20 tahun tinggal di sana (Saudi), Natal dirayakan di rumah masing-masing dan tidak boleh berisik."

Dia menambahkan belum banyak perubahan terjadi di Saudi kecuali perempuan boleh menyetir mobil. Alhasil, Natal masih senyap di negara Kabah.

Abdurrahim bin Ahmad Mahmud al-Huwaiti, lelaki dari Suku Huwaitat dibunuh pasukan keamanan Arab Saudi pada 16 April 2020 karena menolak rumahnya digusur untuk proyek Neom. (Video screencapture)

Bin Salman putus sambungan Internet di 30 desa Suku Huwaitat sejak enam bulan lalu

Aktivis dari Suku Huwaitat berencana menggugat Bin Salman di pengadilan Inggris dan Amerika Serikat.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 23 Juli 2021 menerima suntikan dosis kedua vaksin Covid-19 Barakat, merupakan produksi dalam negeri. (Twitter/khamenei.ir)

Khamenei minta masalah kelangkaan air di Khuzestan segera diselesaikan

Khamenei memuji penduduk Khuzestan sebagai orang-orang sangat setia kepada Iran.

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Israel Muhammad al-Khaja (kanan) bareng Presiden Israel Isaac Herzog menggunting pita pada peresmian Kedutaan Besar UEA di Ibu Kota Tel Aviv, Israel, 14 Juli 2021. (Twitter/@AmbAlKhaja)

Bennett dan Bin Zayid sepakat buat bertemu

Ini percakapan telepon pertama antara kedua pemimpin itu.





comments powered by Disqus