kabar

Tentara Israel dipecat karena tidak membalas ketika dilempar bom molotov

Sesuai prosedur, serdadu itu mestinya melumpuhkan pelaku dengan cara ditembak.

22 Desember 2020 14:39

Militer Israel kemarin memecat seorang serdadu dari Brigade Golani karena tidak membalas ketika dilempar bom molotov oleh satu lelaki Palestina. Sesuai prosedur, menurut pihak militer, tentara tidak disebut identitasnya itu mestinya menembakkan senjatanya ke arah pelaku bukan diam dan membiarkan dia kabur.

Sila baca: Serdadu Israel tidak membalas meski dilempar bom molotov oleh lelaki Palestina

Prajurit ini memang meminta pria Palestina itu berhenti karena curiga. Namun pelaku malah berlari mendekat dan berteriak ke arah tentara Israel itu. Sang serdadu tengah berjaga di sebuah pos pemeriksaan di luar permukiman Yahudi Kadumim sekali lagi meminta dia berhenti dan mengokang senapannya.

"Kejadian itu berakhir dengan tersangka melempar bom molotov ke arah serdadu itu dan lari. Tentara ini tidak menembakkan senjatanya," kata militer Israel. Lelaki Palestina itu ditangkap Ahad.

Peristiwa pada Sabtu malam pekan lalu di Tepi Barat, Palestina, ini memicu polemik. Sebagian anggota Knesset (parlemen Israel) menyebut insiden itu konyol.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Hizbullah gali terowongan dari Beirut hingga selatan Libanon

Jaringan terowongan Hizbullah dari Beirut ini berujung hingga tiga kilometer sebelum pagar batas dengan Israel.

Warga Libanon berunjuk rasa pada 14 Mei 2021 di wilayah Metula, perbatasan Libanon-Israel, menentang Perang Gaza. (Telegram)

Satu pemuda Libanon luka ditembak tentara Israel akhirnya wafat

Muhammad Qasim Tahhan disebut sebagai tentara cadangan Hizbullah.

Demonstran pada 10 Mei 2021 membakar pagar tembok Konsulat jenderal Iran di Kota Karbala, Irak. Mereka memprotes pembunuhan Ihab al-Wazni, aktivis antipemerintah terjadi di Karbala kemarin. (Screenshot)

Protes pembunuhan aktivis antipemerintah, demonstran bakar pagar Konsulat Iran di Karbala

Masyarakat Syiah di Irak memang terbelah dua, ada yang berkiblat ke Iran dan ada pula yang setia kepada pemimpin Syiah Irak Ayatullah Ali Sistani.

Jamaah umrah sedang bertanya kepada petugas keamanan. (Saudi Gazette)

Saudi umumkan haji akan digelar tapi belum jelas haji domestik atau internasional

Setelah pandemi Covid-19 meletup Maret tahun lalu, Saudi cuma membolehkan penduduk Saudi buat berhaji. Itu pun jumlahnya terbatas, seribu orang saja.





comments powered by Disqus