kabar

Dewan Fatwa UEA izinkan pemakaian vaksin Covid-19 berbahan haram jika nihil pilihan

Dubai kemarin memulai vaksinasi Covid-19 massal secara gratis memakai vaksin bikinan Pfizer-BioNTech.

24 Desember 2020 14:07

Dewan Fatwa Uni Emirat Arab (UEA) mengizinkan penggunaan vaksin Covid-19 mengandung bahan diharamkan, seperti gelatin babi, kalau tidak ada pilihan, seperti dilansir kantor berita resmi WAM Selasa lalu.

Dewan Fatwa menjelaskan Islam membolehkan vaksinasi untuk menghindari seseorang terkena penyakit menular. Apalagi kalau penyakit itu gampang menyebar kepada orang lain. 

"Vaksin mengandung bahan haram tidak dilarang (penggunaannya) bila tidak ada alternatif," kata Dewan Fatwa UEA.

Dubai kemarin memulai vaksinasi Covid-19 massal secara gratis memakai vaksin bikinan Pfizer-BioNTech.

Masjid di Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Saudi larang itikaf, buka puasa, dan sahur bareng di masjid

Sampai sekarang, pemerintah Saudi belum mengumumkan apakah penyelenggaraan haji bisa dilangsungkan atau dilakukan seperti tahun lalu, hanya untuk penduduk Saudi saja.

Situasi Mataf ( tempat tawaf di sekitar Kabah) sebelum dan sesudah wabah virus corona Covid-19 datang. (Twitter)

Setahun pandemi Covid-19 sebabkan 1.137 orang meninggal di Makkah dan Madinah

Terdapat lima kota dengan jumlah orang terinfeksi Covid-19 terbanyak di negara Kabah itu, yakni Riyadh (65.384 orang, termasuk 1.188 wafat), Jeddah (35.969 orang, termasuk 1.263 menemui ajal), Makkah (35.870 orang), Madinah (22.943 orang), dan Dammam (20.741 orang, termasuk 221 meninggal).

Petugas memayungi seorang jamaah umrah pada November 2020. (Haramain Info)

Dag dig dug menanti haji

Selentingan beredar menyebutkan negara Kabah akan menggelar haji tahun ini dengan kuota satu juta jamaah dari rata-rata tiap tahun 2,5 juta orang.

Ibu Kota Kuwait City, Kuwait. (Gulf Business)

Kuwait terapkan sanksi potong gaji bagi pegawai negeri langgar protokol Covid-19

Hingga hari ini, sudah 170.998 orang di Kuwait terinfeksi Covid-19, termasuk 966 orang menemui ajal.





comments powered by Disqus